Pemkab Tanggung Biaya Pengobatan

Korban Keracunan Makanan Berangsur Pulih

TIGARAKSA,SNOL—Korban keracunan makanan pesta Kampung Cerewet, Desa Su­kadamai, Cikupa, Kabupaten Tangerang berangsurangsur pulih. Jumlah pasien yang di­rawat inap berkurang dari 41 orang menjadi 30 an. Pemkab Tangerang menanggung seluruh biaya pengobatan korban peristiwa yang masuk kejadian luar biasa (KLB) tersebut. ­

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menjelaskan kondisi fisik para korban telah berang­sur membaik. Sejumlah pasien sudah mulai diperbolehkan pi­hak RS untuk menjalani rawat jalan di rumah.

“Sudah mulai membaik dan sudah ada yang diperbolehkan pulang ke rumah,”kata Hendra Tarmizi kemarin.

Saat ini, jumlah korban yang masih menjalani proses rawat inap berada pada kisaran seki­tar 30 orang, dari sebelumnya mencapai 41 orang. Warga pun tak ada lagi yang mengeluhkan terserang penyakit keracunan. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang juga telah telah me­nutup posko bantuan di Kam­pung Cerewet sambil menunggu hasil tes laboratorium Litbang Kemenkes RI, untuk mengeta­hui faktor penyebab keracunan masal terjadi.

Meski begitu, jika di kemu­dian hari masih ada warga yang mengeluhkan terserang penya­kit akibat makanan dari acara resepsi Minggu lalu, Pemkab Tangerang masih membuka lay­anan kesehatan gratis.

“Kalau dikemudian hari ma­sih ada yang mengeluhkan, si­lahkan datang ke Puskesmas terdekat untuk diperiksa kes­ejhatannya. Dan apabila penye­babnya terbukti karena dise­babkan oleh faktor makanan yang dihidangkan Minggu lalu itu, masih ditanggung Pemkab Tangerang,”ujar Hendra.

Hendra menyatakan Pemkab Tangerang menanggung seluruh biaya pengobatan keracunan massal yang menimpa sejum­lah warga di Kampung Cerewet, Desa Sukadamai, Minggu (25/2) lalu. Bagi warga yang belum ma­suk kepesertaan BPJS kesehatan, biaya pengobatan akan ditang­gung oleh Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesda) secara menyeluruh.

“Karena kasusnya masuk dalam KLB. Maka, seluruh ko­rban keracunan masal akan ditanggung oleh Jamkesda, khususnya yang tidak terdaftar dalam kepesertaan BPJS Kes­ehatan,” kata Hendra.

Meski begitu, imbuh Hendra, pemberian pengobatan secara gratis itu hanya diberikan ke­pada warga khusus Kabupaten Tangerang saja. Warga yang ber­asal dari luar daerah diharapkan bisa melakukan pengurusan su­rat domisili, tempat korban ting­gal, jika ingin tetap ditanggung oleh Jamkesda.

“Kalau korbannya berasal dari luar daerah agar segera mengurus keterangan surat domisili jika ingin ditanggung oleh Jamkesda, jika tidak maka korban tidak bisa ditanggulangi,’ katanya.

Sebelumnya, sebanyak 179 warga Kampung Cerewed, Su­kadamai, Cikupa Kabupaten Tangerang mengalami keracu­nan massal seusai menyantap makanan acara resepsi perni­kahan, Minggu (25/2) lalu. 34 orang terpaksa harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Puskesmas Pasir Jaya Kecamatan Cikupa Ai Siti Za­kiah mengatakan, ke 197 kor­ban itu tersebar mendatangi sejumlah RS di Kabupaten dan Kota Tangerang. Korban kera­cunan tersebar pada sejumlah pusat kesehatan di Kabupaten dan Kota Tangerang. Diantaran­ya RS Permata Hati berjumlah 61 orang dengan pasien rawat inap 28 orang, RS Hermina Bi­tung 20 dengan rawat inap 3 orang, RS Siloam Karawaci rawat inap 2 orang, RS Arya Medika rawat inap lima orang, RSUD Tangerang rawat inap satu orang, Ciputra Hospital rawat inap 2 orang, posko kesehatan Cerewet rawat jalan 65 orang dan Puskesmas Pasir Jaya rawat jalan 21 orang.

“Sehingga total keseluru­hannya mencapai 197 orang, den­gan rawat inap 41 orang dan 156 rawat jalan,” katanya. (mg1/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.