Dermaga Premium Dongkrak Income ASDP

CILEGON, SNOL – Dermaga VI yang saat ini tengah dibangun PT ASDP untuk dijadikan Dermaga Premium (Eksekutif) diprediksi akan memberikan konstribusi pendapatan bagi perkembangan bisnis angkutan penyeberangan di Pelabuhan Merak. Diketahui, Pelabuhan Merak selama tahun 2017 telah membukukan kon­stribusi laba sekitar 40 persen. Konstribusi laba itu jauh lebih besar dibandingkan laba yang dibukukan bisnis pelabuhan lain yang ada di Indonesia.

Direktur Komersial PT ASDP, M Yusuf Hadi mengatakan, salah satu yang memberikan konstribusi laba bagi ASDP yak­ni disokong lewat bisnis komer­sil yang dijalankan. Pelabuhan Merak, kata Hadi, menjadi salah satu pelabuhan yang memberi­kan konstribusi laba terbesar dibanding pelabuhan ASDP lain di Indonesia. Dengan pem­bangunan dermaga premium di dermaga VI, diharapkan dapat menjadi penyokong pencapaian target laba Rp 1 triliun pada lima tahun ke depan, sebagaimana menegaskan program strategis yang telah dicanangkan ASDP.

“Untuk angkutan penyeberan­gan, kita tahu dan tidak kita pungkiri di Indonesia ini, Merak yang terbesar. Sudah barang tentu, segmentasi (dermaga pre­mium, red) itu juga yang mem­berikan kepada ASDP,” ungkap Hadi, usai meninjau pembangu­nan Dermaga Premium bersama dengan Dirut PT ASDP Ira Pus­pitadewi, Direktur Usaha Penye­berangan Lamane, dan jajaran direksi lain serta komisaris, di Dermaga VI, Pelabuhan Merak, Cilegon, kemarin.

Dari hasil bisnis komersil yang dicatat PT ASDP, Pelabu­han Merak memberikan kon­stribusi laba sekitar 40 persen dari total keseluruhan laba yang dicatat perusahaan plat merah itu. “Pesentase (sumbangsi laba, red) itu, Merak-Bakauheni bisa menyumbang kurang lebih 30 sampai 40 persen dominan­nya. Tentunya dengan intensitas yang semakin meningkat dapat selaras dengan itu,” papar Hadi.

Oleh karena itu, untuk menggenjot peningkatan laba, pihaknya menargetkan pem­bangunan dermaga premium dapat selesai pada Juni 2018 mendatang. Event Asean Games yang akan segera dilangsungkan di Kota Palembang dan pengop­erasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), sambung Hadi, menjadi segmentasi guna membidik pen­ingkatan bisnis dan pelayanan.

“Kita targetnya dermaga premi­um ini sudah bisa digunakan pada Juni,” terang Hadi. (nal/eky/bnn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.