Terima Alat Isap Sabu, Sipir Ditangkap

TANGERANG, SNOL—Oknum sipir penjaga Lapas Pemuda Kelas 2A har­us berurusan dengan jajaran Resnar­koba Polres Metro Tangerang. FD (39) kedapatan berusaha menyelun­dupkan alat hisap sabu ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tersebut.

Wakapolres Metro Tangerang AKBP Harley Silalahi mengatakan penangkapan ini berawal dari ad­anya laporan masyarakat yang men­curigai adanya transaksi narkotika di wilayahnya. Selanjutnya Tim dari Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Pada tanggal 27 Februari tepatnya pukul 7:30 petugas berhasil men­gamankan 1 orang beriniasial FD. Dia ditangkap saat menerima paket berisi puluhan alat hisap sabu dari seorang pengemudi online,” ungkap dia di Mapolres Metro Tangerang pada Jumat (2/3).

Bahkan terduga yang diamankan petugas, lanjut Wakapolres, meru­pakan petugas Sipir yang seharusnya menjadi pengayom dari warga bi­naan. FD sendiri ditangkap di Jalan TMP Taruna Kota Tangerang.

“Dia (FD) itu seorang Sipir di Lapas Pemuda Kelas 2A Tangerang yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Golongan 2 C,” jelas Harley.

Selanjutnya Harley mengatakan, FD ditangkap oleh Sat Resnarkoba lantaran menjadi pelantara yang membawa masuk alat hisap sabu. Menurut dia dari hasil interogasi petugas, FD sudah 3 kali melancar­kan aksinya.

“Yang bersangkutan dititipkan oleh Napi untuk mengambil paket yang dikirim melalui Ojek Online (Ojol). Dari pengakuannya dia baru 3 kali melancarkan aksi untuk mem­bantu napi dalam membawa masuk paket yang dikirim,” jelasnya.

Selanjutnya Harley menegaskan, dari hasil penangkapan tersebut pihaknya kemudian melakukan pengembangan. Dari hasil pengem­bangan tersebut polisi berhasil mer­ingkus CA di Kelurahan Buaran Kota Tangerang.

“Setelah kita kembangkan alhasil ada satu lagi terduga penyalahgunaan narkotika jenis sabu yakni CA. Dari tangan CA kita berhasil mengamank­an kurang lebih 13 gram sabu dan juga timbangan elektrik,” jelas dia.

Namun demikian saat ini Waka­polres mengaku akan melakukan penyelidikan mendalam terkait ja­ringan narkotika di Kota Tangerang ini. menurutnya untuk kepentingan penyelidikan pemesan dari paket tersebut akan dipanggil guna dimin­tai keterangan.

“Ya itu seorang napi kasus narkoba yang memesan nanti juga akan kita panggil. Dia saat ini sedang men­jalani hukuman penjara selama 9 ta­hun di lapas tersebut,” tukasnya.

Sementara itu FD yang menjadi pe­nyalur paket ke dalam lapas mengaku melakukan hal tersebut lantaran fak­tor ekonomi. Dia juga membenarkan dirinya sudah melakukan penyelun­dupan paket sebanyak 3 kali.

“Saya tidak tau isinya seperti itu, saat saya terima paket saya langsung di tangkap. Saya hanya dimintai tolong oleh napi itu untuk memasukan paket ini, saya juga baru 3 kali membantu napi memasukan barang,” ungkap dia.

FD melanjutkan, dari setiap aksin­ya dirinya mendapatkan komisi dari pemesan sebesar Rp. 400.000 saja. Saat ini dirinya mengaku menyesal atas pelanggaran yang dilakukannya dalam menyelundupkan barang ke dalam Lapas.

“Hanya Rp.400.000 sekali masukin. Saya menyesal melanggar aturan yang ada di setiap lapas,” tukasnya.

Diketahui akibat perbuatannya FD terjerat dengan pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Undang Un­dang RI Nomor 35 Tahun 2009 ten­tang Narkotika. selain itu FD dian­cam dengan pidana 5 tahun sampai 20 tahuh penjara. (iqbal/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.