Serikat Buruh Endus Ratusan Calo

Untuk Jadi TKI Ilegal

KAB SERANG,SNOL – Serikat Buruh Mi­gran Indonesia (SBMI) mengaku saat ini tengah gencar melakukan investi­gasi calo Tenaga Kerja Ilegal (TKI) atau sponsor ilegal di wilayah Kabupaten Serang. Hasilnya, ada sebanyak 179 sponsor ilegal yang tersebar di bebera­pa kecamatan.

Ketua DPW SBMI Provinsi Banten, Maftuh Hafi Salim mengatakan, bahwa para sponsor tersebut bekerja secara kucing-kucingan mencari calon TKI yang akan diberangkatkan ke beberapa Negara melalui jalur tidak resmi. Mer­eka melakukan aksinya di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Lebak wangi, Tanara dan Binuang. “Kami tidak bisa memprediksi jumlah semua PJTKI ilegal itu ada bera­pa di Kabupaten Serang, tapi berdasar­kan hasil Investigasi, kami menemukan 179 calo TKI ilegal,” kata Maftuh.

Ia menjelaskan, bahwa cara kerja para sponsor ilegal tersebut telah ter­struktur. Mereka mencari calon TKI hingga ke rumah-rumah warga, dan kemudian mereka berangkatkan ke luar Asia.“Seperti ke Timur Tengah, kenapa enggak ke Asia, karena satu bulan sekali belum tentu dapat. Jadi kalau ke Timur Tengah dalam sehari bisa 10 per orang calo TKI,” katanya.

Disinggung mengenai PJTKI resmi, kata dia untuk di Kabu­paten Serang saat ini berdasar­kan data yang dimilikinya ada sekitar 17. Kebanyakan dari mereka berada di wilayah Ke­camatan Pontang dan Tirtayasa. “Selama ini pengawasan dinas tenaga kerja untuk Buruh Mi­gran Indonesia kita melihat me­mang belum efektif. Masyarakat juga tidak tahu untuk lapor ke Disnaker,” tuturnya.

Melihat kondisi ini, ia men­gaku akan mencoba untuk membantu para buruh migran tersebut. Beberapa persoalan menyangkut buruh migran di Banten pun sedikit banyak mu­lai terselesaikan. “Dan pemer­intah baik di provinsi atau pun di kabupaten sudah melihat. Ternyata persoalan BMI ini bu­kan soal biasa, yang selama ini mereka tidak tahu persoalan BMI itu,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa mulai 2018 ini pihaknya beren­cana untuk melakukan audiensi ke seluruh kabupaten/kota ter­masuk Kabupaten Serang terkait perda perlindungan TKI tersebut. “Artinya mereka juga harus tahu, walau pun mereka tahu dan diam kami akan menegur. Jangan dil­impahkan ke kami, kami bukan instansi. Tapi sebenarnya mer­eka sudah tahu, dan kemungki­nan mereka itu menunggu kita datang,” tuturnya. Sementara, Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Setiawan belum dapat dikonfirmasi terkait maraknya calo TKI di Kabupaten Serang. (sidik/made)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.