Banjir Kiriman “Lumpuhkan Periuk”

PERIUK, SNOL—Aktivitas warga yang biasa melewati jalan Villa Regency Ke­lurahan Gembor, Periuk, Kota Tangerang mendadak lumpuh, Senin (5/3) pagi hingga siang. Luapan air Kali Ledug akibat banjir kiriman dari Bogor mem­buat jembatan Alamanda di jalan utama tersebut tak dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Para pegawai serta pelajar yang berangkat kerja dan sekolah terpaksa mengan­dalkan perahu karet untuk menyeberangi jembatan.

Kali Ledug mulai me­luap sejak Minggu (4/3) malam. Air terus meninggi hingga setinggi pinggang orang dewasa pada Senin (5/3) pagi. Sekretaris Dae­rah Kota Tangerang Dadi Budaeri mengatakan banjir tak hanya merendam ja­lan, tapi juga menggenangi rumah warga di peruma­han Garden City. Semen­tara perumahan langganan banjir di kawasan tersebut, terendam. Total Persada, justru tak terlalu

“Sejak dibangun turap yang membatasi antara Kali Ledug dan perumahan Total Persada, banjir sudah berkurang. Namun air membanjiri perumahan Gar­den City karena belum dibangun turap di sisi lain kali,”ujar Sekda saat memantau kondisi banjir bersama PJs Wali Kota M Yusuf dan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurni­awan kemarin.

Camat Periuk Sumardi menjelaskan banjir merendam 3 rukun warga yakni 25, 8 dan 21 di Kelurahan Gembor, Periuk. Pihak kecamatan, kata Sumardi, sudah menyiapkan lokasi un­tuk pengungsian warga. Namun sampai kemarin siang warga masih enggan keluar dari rumah masing-masing.

“Kami juga menyiapkan ar­mada untuk menyeberangkan warga,”ungkap Sumardi.

Upaya penanganan banjir juga dilakukan Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang beker­ja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang. Kedua instansi itu turun ke lokasi banjir untuk membantu warga yang hendak menyebrang dari lokasi banjir menuju ke tempat yang tidak tergenang air.

“Pemkot harus tanggap den­gan kebutuhan dan keluhan warganya yang terkena musibah banjir, kami menyediakan per­ahu karet, dan beberapa truk yang bisa mengangkut warga” tukas Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Irman Pujahen­dra di lokasi banjir.

Dinas Sosial Kota Tangerang juga mulai mengirimkan makanan untuk warga di seki­tar wilayah banjir. Karena ban­yaknya warga yang enggan mengungsi ke lokasi yang tidak terkena banjir.

Pejabat Sementara Wali Kota Tangerang M Yusuf meminta Pemkot cepat mencarikan solu­si. Salah satunya dengan men­girimkan surat pada pemerintah pusat agar segera mendapatkan bantuan untuk penyelesaian banjir di Kecamatan Periuk ini.

“Walaupun kali ini banjirnya kiriman, namun tetap kita harus cari solusinya untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat sekitar Kecamatan Periuk,”ujar Yusuf.

Ketua Tagana Kota Tangerang Tatang mengatakan sejak me­luapnya air, pihaknya sudah bersiaga di lokasi yang sering menjadi titik banjir. Namun demikian hingga saat ini dirinya memastikan masih dapat me­mastikan wilayah yang menjadi kawasan langganan banjir ma­sih tetap kondusif.

Terpisah salah seorang warga Jalan Villa Regency Jembatan Alamanda, Kelurahan Gembor, Periuk, Kota Tangerang Alvin merasa khawatir banjir akan terus meningkat di wilayahnya. Ayah dua anak itu mengatakan sejak wilayah ini digenangi ban­jir, banyak dari pihak Pemerin­tah, Kepolisian, TNI dan unsur lainnya yang datang dan juga membantu warga sekitar.

“Terutama anak sekolah. Tadi tuh malah bapak Kapolres datang juga langsung terjun ke tengah banjir itu,” tandasnya. (iqbal/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.