Kampanye Sepi, KPU Diminta Bergerak Cepat

TANGERANG, SNOL—Tepat mema­suki hari ke-20 tahapan kampanye pilkada walikota dan wakil waliko­ta, kondisi Kota Tangerang masih terlihat sepi dari Atribut Peraga Kampanye (APK). Padahal, dengan target partisipasi cukup besar yak­ni 78 persen, KPU diprediksi ha­rus bekerja keras mengajak warga datang ke TPS pada 27 Juni 2018.

Sementara di lain wilayah pe­nyelenggara pilkada berusaha menunjukkan semaraknya pilka­da dengan memasang beraneka ragam atribut sosialisasi, di Kota Tangerang hingga kemarin, masih terlihat sepi dari tanda-tanda di­gelarnya hajat lima tahunan pesta demokrasi. Berdasarkan penga­matan, belum nampak atribut kampanye yang dipasang. Bahkan di kantor KPU pun, masih “steril” dari APK.

Akademisi Untirta, Ail Muldi menyayangkan masih lambannya KPU melakukan sosialisasi pilka­da. Ia mengungkapkan, KPU Kota Tangerang seharusnya bergerak cepat untuk segera melakukan sosialisasi mengingat tahapan yang terus berjalan. “Bisa saja KPU menggandeng pemda untuk melakukan sosialisasi agar tidak terlambat, sebab di daerah lain juga sudah mulai melakukannya,” ucap­nya. Selain itu, pendekatan sosial­isasi yang dilakukan oleh KPU juga sebetulnya bisa dibuat berbeda. “Misalnya buatlah sosialisasi se­cara tematik saja, sebab ini kandi­datnya juga tunggal,” ucapnya.

Katanya, KPU Kota Tangerang memang pernah mendapatkan penghargaan sebagai daerah den­gan tingkat partisipasi tertinggi dalam Pilgub Banten 2017 lalu, namun ada baiknnya, ujarnya KPU tidak terlena dengan hal itu. “Kon­teks pilkada Kota Tangerang, KPU harus lebih bekerja keras lagi,” ucapnya.

Ketua KPU Kota Tangerang Sanu­si yang dikonfirmasi menyatakan, pihaknya per Selasa (6/3) baru mulai mendistribusikan APK ke kecamatan dan kelurahan. “Tang­gal 7 Maret rencananya mulai di­pasang,”. Adapun untuk APK di­antaranya adalah baliho spanduk dan umbul-umbul. Untuk baliho yang difasilitasi KPU berjumlah 5 se Kota Tangerang, untjk umbul-umbul 20 tiap kecamatan, span­duk 2 tiap kelurahan. Adapun APK yang boleh dipasang oleh paslon adalah yakni umbul berjumlah 30 di 13 kecamatan, spanduk 3 buah per kelurahan, baliho maksimal 4 dan billboard 3. Adapun bahan kampanye yang boleh disediakan paslon yakni selebaran 350 ribu, brosur 350 ribu, dan pamflet 350 ribu. Selain paslon, KPU juga me­nyediakan bahan kampanye sama, namun dengan jumlah masing-masing 150 ribu per item. (made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.