Ahmad Kasori Dicopot Jadi Camat

Pemkab Belum Berikan Izin Tempat Ibadah di Mall QBig

TIGARAKSA,SNOL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberhentikan Ahmad Kasori sebagai Camat Pagedangan, usai ditahan oleh polres Tangsel terkait kasus dugaan pungli dalam perizinan mendirikan tempat ibadah di Mall QBig BSD City, Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan. Hingga kini Pemkab juga menegaskan belum menge­luarkan izin tempat ibadah di mall tersebut.

Sekretaris Daerah Kabu­paten Tangerang Moch Mae­syal Rasyid mengatakan, setelah menerima surat dari Polres Tangsel yang ditujukan kepada Bupati Tangerang tentang pena­hanan Camat Pagedangan Ah­mad Kasori, Pemkab Tangerang selanjutnya menonaktifkan atau mencopot yang bersangkutan dari jabatannya sebagai camat.

Penonaktifan ini kata dia, demi memudahkan pemeriksaan dan proses hukum, serta sesuai dengan peraturan pemerintah no­mor 53 tahun 2010.

“Karena camat non aktif maka sementara secara oto­matis tugas dilaksanakan oleh Sekcam (Sekretaris Camat), bersama dengan Kasi (Kepala Seksi) sesuai tupoksinya (tu­gas pokok dan fungsinya),” tegasnya kepada awak media saat konferensi pers di Ruang Rapat Wareng Kantor Bupati Tangerang, Rabu (7/3).

Bahkan kata Sekda, Asda 1 Bidang Pemerintahan dan Kes­ra Setda Kabupaten Tangerang Hery Heryanto sudah me­manggil Sekcam dan para kasi agar terus melayani masyara­kat. “Pelayanan jangan sampai stagnan,” tandasnya.

Ia pun memastikan bahwa pemohon tempat ibadah juga belum mengantongi izin dari Pemkab Tangerang. “Pemo­hon itu baru mengantongi izin dari Kades saja, padahal syarat izin pendirian rumah ibadah di tempat yang bukan perun­tukannya banyak yang harus ditempuh,” jelasnya.

Pemohon kata Sekda, sesuai peraturan bersama Men­teri Agama dan Menteri Dalam Negeri harus harus mengajukan permohonan secata tertulis ke­pada Kades untuk pembangu­nan rumah ibadah. Kemudian pemohon juga harus membuat laporan secara tertulis kepada Forum Kerukunan Umat be­ragama (FKUB) dan Kantor Ke­menterian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang.

Setelah mendapat keterangan tertulis dari Kades, FKUB dan Kemenag, pemohon mengajukan permohonan kepada Pemda untuk bisa diterbitkan izin sementara. “Namun karena gedung Mall QBig BSD City, IMB (izin mendirikan bangunan)-nya untuk jasa perdagangan dan toko komersil, sebagaimana diterbitkan Pemda pada tahun 2016, jadi peruntukannya ti­dak sesuai kalau diban­gun rumah ibadah,” tan­dasnya.

Menurut Sekda, per­mohonan yang diaju­kan ke Pemda tidak bisa langsung disetujui kare­na butuh kajian lebih jauh, seperti kelayakan, fungsi dan ketahanan bangunan jika digu­nakan sebagai tempat ibadah. Apalagi dengan jumlah jemaah hingga ratusan atau ribuan.

“Perlu juga dicek apakah daya tahan ge­dung kuat dengan jum­lah orang sampai ribuan atau ratusan, itu harus dikaji. Kemudian keten­traman dan ketertiban serta kerukunan juga harus diperhatikan. Pemkab tidak bisa asal menyetujui untuk meng­hindari hal-hal yang ti­dak diinginkan di kemu­dian hari. Termasuk juga perlu pengajuan revisi IMB Mall QBig BSD City. Jadi sebelum digunakan izin tetap harus ditem­puh dan dipenuhi,” pa­parnya.

Saat ditanya apakah Pemkab memberikan pendampingan hukum, Sekda menegaskan hal itu merupakan ra­nah pribadi yang ber­sangkutan. Bahkan, pihak kepolisian juga sudah menawarkan. “Untuk status PNS-nya ya menunggu proses hukum lebih lanjut,” terangnya.

Diketahui, Sekda saat memberikan penjelasan kepada wartawan didam­pingi oleh Kabid Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPS­DM) Suwarno dan Kabag Penum Setda Kabupaten Tangerang Tisna Ham­bali.

Tisna menambahkan, sikap Pemda ini juga berlaku pada staf ke­camatan Pagedangan yang berstatus PNS dan lebih dahulu ditahan.

Sebelumnya, Camat Pagedangan Kabupaten Tangerang Achmad Ka­sori tak sanggup menu­tupi malu saat digiring dari mobil oleh Tim Vi­pers hingga lantai dua Mako Polres Tangsel, Selasa (6/3). Dia terus menundukkan kepala dan menyembunyikan wajahnya dibalik to­peng hitam saat ka­mera wartawan tertuju padanya.

Ahmad Kasori di­ciduk polisi dalam operasi tangkap tangan (OTT) tim Saber Pungli Polres Tangerang Se­latan. Pelaku diduga melakukan pungli ter­kait perizinan mendiri­kan tempat ibadah di Mall QBig BSD City, Lengkong Kulon, Keca­matan Pagedangan Ka­bupaten Tangerang.

“Sudah ditangkap, pelaku diduga terlibat kasus pungli penerbitan surat keterangan domisili usaha (SKDU) yang diajukan oleh pihak yayasan untuk menjadi­kan salah satu ruangan di mall Qbig Kecamatan Pagedangan sebagai tempat ibadah agama Nasrani,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurik­ho hadi kepada Satelit News, Selasa (6/3).

Dari hasil penyeli­dikan, Achmad Kasori diketahui menerima uang sebesar Rp 45 juta terkait penerbitan SKDU atas rumah iba­dah tersebut. Bahkan, pelaku sempat ber­niat mengembalikan uang pungli tersebut setelah satu stafnya itu diamankan petugas. (mg1/aditya)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.