Pemuda Diminta Aktif Sukseskan Pilkada

LARANGAN, SNOL—Komisi Pe­milihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu sangat konsen terhadap kaum muda karena pemuda sebagai agent of change. Di tangan pemuda ini kelak menjadi tulang punggung bangsa.

Ketua Panitia Pemilihan Ke­camatan (PPK) Larangan, Dedi Priandes mengungkapkan itu dalam Sosialisasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang 2018 bagi tokoh pemuda Sekecamatan Lara 2018

ngan, Selasa malam 6 Maret 2018. Sosialisasi ini yang kedua dilakukan PPK Larangan, se­belumnya digelar bagi pemilih pemula di SMK PGRI.

“Pemuda perlu diberikan pemahaman mengenai pemili­han kepala daerah. Bagi pemu­da diharapkan memiliki konsen terhadap Pilkada. Pemuda ha­rus turut mensukseskan Pilka­da 27 Juni 2018. Kita berharap pemuda turut berperan men­jadi penyelenggara di tingkat KPPS dengan penuh semangat,” jelas Dedi Priandes, kemarin.

Sekretaris Kecamatan Larangan, Samsul Karmala menjelaskan tampilnya pemu­da membentengi wilayah kecamatan larangan. Pem­kot Tangerang membutuh­kan pemuda sebagai harapan bangsa. Pemikiran inovasi dari pemuda, kata Samsul Karmala diperlukan untuk kemajuan bangsa. Pemuda di Larangan sinergi dengan dengan pemer­intah dan masyarakat.

“Pemuda di sini adalah Bung Tomo Kota Tangerang. Hajat Pilkada kota Tangerang ini mem­butuhkan tenaga pemuda. Anda di undang ke sini untuk mengin­formasikan kepada masyarakat bahwa ada hajat lima tahun seka­li yakni Pilkada,” tegas Samsul.

Ia mengajak Pemuda Laran­gan untuk menggunakan hak pilih itu sebaik-baiknya dan mengajak masyarakat untuk datang ke tempat pemungutan suara. “Jangan sampai ma­syarakat Kecamatan Larangan tidak tahu bahwa ada peny­elenggaraan Pilkada. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan Kota Tangerang,” ujarnya.

Kapolsek Ciledug, Kompol Supianto menerangkan walau­pun pasangan calon tunggal, tetapi bagi masyarakat ada dua pilihan. Pilkada yang digelar pasca Idul Fitri ada kemungki­nan masih banyak masyarakat yang di kampung halaman­nya. “Maka itu kepada para pemuda yang hadir di sini un­tuk menyampaikan kepada ma­syarakat agar segera kembali sebelum penyelenggaraan pen­coblosan,” imbuhnya.

Bila ada hal pelanggaran Pilkada, kata Kapolsek Ciledug hendaknya dilaporkan kepada Panwaslu. Bila terkait pidana maka itu yang menangani Ga­kumdu. Bila melakukan pel­aporan harus disertai alat bukti atau dokumentasi. Kapolsek juga mengingatkan jangan sem­barangan menyebarkan infor­masi yang belum jelas melalui handphone. Bila menyebarkan berita bohong maka akan ter­kena pasal UU ITE.

Sementara Ketua KNPI La­rangan, Mobi Wirahadikusuma menegaskan pemilihan kepala daerah ini menjadi penting bagi pemuda untuk menentukan pe­mimpin lima tahun ke depan. “Saat ini kita masih sebagai penghibur, kelak nanti kita akan menjadi pemain yang akan me­mimpin bangsa ini. Kita harus menggunakan hak pilih nanti di tanggal 27 Juni 2018. Bila pemu­da tidak menggunakan hak pil­ih, maka menjadi tong kosong yang nyaring bunyinya,” tegas Mobi dengan penuh semangat.

Komisioner KPU Kota Tangerang, Nurhalim dalam paparannya mengungkapkan Pilkada Kota Tangerang 27 Juni 2018 adalah putaran ke­tiga dalam Pilkada serentak. Fenomena kotak kosong kata Nurhalim sudah terjadi sejak Pilkada serentak tahun 2015. Di Banten dalam Pilkada serentak 2018 ini ada tiga kabupaten/kota yang tampil hanya calon tunggal. Meskipun calon tung­gal tidak bisa aklamasi. KPU ha­rus tetap menjalankan tahapan yang sudah ditentukan.

Beberapa hari lalu KPU telah melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) calon pe­milih yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Dalam Pilkada ini hanya bagi masyarakat yang ber-KTP Kota Tangerang ber­dasarkan hasil Coklit. Nurhalim menjelaskan pemilih bebas menentukan pilihannya. Dalam surat suara nanti ada kolom bergambar pasangan calon dan kolom kosong. (made)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.