Periuk Masih Siaga Banjir

PERIUK, SNOL—Banjir yang sempat melumpuhkan sejumlah wilayah di Kecamatan Periuk. Aktivitas ma­syarakat pun telah kembali normal. Kendati demikian, pemerintah ke­camatan Periuk masih menetapkan status siaga untuk menghadapi ban­jir yang kemungkinan masih bisa ter­jadi.

Camat Periuk Sumardi men­gatakan pihaknya masih meny­iagakan personel. Selain itu, pi­haknya juga menyiapkan makanan untuk warga korban banjir.

“Ya meskipun sudah surut kita tidak akan tahu besok seperti apa, karena ini kan musibah yang tidak bisa diprediksi kedatangannya,” un­gkap Sumardi kepada Satelit News, Rabu (7/3).

Sumardi mengatakan warga di tiga RW di Kelurahan Gembor yang terdampak banjir Senin (5/3) lalu memilih bertahan di rumah. Pihak kecamatan, kata Sumardi, tetap me­monitoring dan juga memberikan makanan pada warga.

“Mereka tidak ada yang mau ke pengungsian karena memang tidak terlalu parah juga banjirnya. Tapi petugas kami keliling membagikan sembako dan juga makanan siap saji, karena kan mereka juga kemarin (red) banyak yang tidak bisa mema­sak,’ jelas dia.

Bagi warga yang membutuhkan makanan, lanjut Sumardi, diharap­kan bisa menghubungi pihak Ke­camatan Periuk. Pasalnya menurut mantan Sekcam Larangan tersebut saat ini pihak kecamatan masih me­nyiapkan sembako untuk warga yang membutuhkannya.

“Silahkan datang ke kita, karena masih banyak makanan di kita un­tuk mereka yang butuh. Selain itu juga jika mereka membutuhkan tenaga untuk membersihkan lingkungan kita juga sudah siapkan tim Saber (Sapu Bersih),” jelasnya.

Sumardi menambahkan, saat ini masyarakat terdampak banjir yang terjadi sejak beberapa hari lalu tidak ada yang mengeluh terkena penyakit akibat bencana musiman ini. Dirinya berharap masyarakat tidak sungkan meminta bantuan pihak Pemerintah Daerah.

“Kami selalu siap. Alhamdulillah kali ini tidak ada warga yang menge­luh terkena penyakit akibat banjir ke­marin,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas warga yang biasa melewati jalan Villa Regency Kelurahan Gembor, Periuk, Kota Tangerang mendadak lumpuh, Senin (5/3) pagi hingga siang. Lua­pan air Kali Ledug akibat banjir kiri­man dari Bogor membuat jembatan Alamanda di jalan utama tersebut tak dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Sementara itu, Ketua Pusat Ka­jian Kebijakan Publik Universitas Tri Sakti, Dr Trubus Rahardiansyah men­gatakan persoalan banjir masih men­jadi salah satu kendala yang dihadapi oleh Kota Tangerang. Karenanya, per­an semua pihak, mulai dari Pemkot Tangerang, Pemprov Banten hingga swasta sangat diperlukan.

“Perlu sinergisitas antara semua komponen, Pemkot/Pemkab dan Pemprov Banten untuk mengatasi kendala ini. Termasuk banjir yang melanda Kota Tangerang baru-baru ini,” ucapnya. Ia menambahkan, ke­pala daerah di Kota Tangerang ha­rus segera bersinergi dengan daerah lain, terlebih Pemprov Banten sebagai struktur yang lebih tinggi dari kota/kabupaten.

“Artinya begini, karena memang saat ini Kota Tangerang dipimpin Pjs, ya mestinya dia memang aktif dalam menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait, terutama dengan pemda sekitar terlebih Pem­prov Banten. “Kalau tidak salah, Pjs kan pasti merupakan perwakilan Pemprov yang ditunjuk, mestinya lebih mudah dalam menjalin komu­nikasi, yang penting nawaitunya Pjs,” ucapnya. Untuk diketahui, banjir di Kecamatan Periuk terjadi karena meluapnya sungai Cirarab dari Ka­bupaten Tangerang yang melintas di Periuk. (made/iqbal/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.