Kepsek SDN 3 Cigemblong Ditahan

Dindikbud Tunggu Proses Hukum Yang Sedang Berjalan

RANGKASBITUNG,SNOL–Setelah memeriksa saksi maupun korban, jajaran anggota Satreskrim Polres Lebak, akhirnya menahan tersang­ka SJ, yang merupakan oknum Ke­pala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Cigemblong, atas kasus dugaan pencabulan terhadap dua orang siswinya, sebut saja Bunga (7) dan Mawar (7), warga Kampung Panyaungan RT/RW 01/01, Desa Pa­nyaungan, Kecamatan Cihara, Kabu­paten Lebak.

Tersangka SJ dijerat pasal 763 KHUP jo pasal 82 UndangUndang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lebak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Zamrul Aini mengaku, pihaknya sudah menahan pelaku di sel tahanan Mapolres se­tempat. Kemudian, pihaknya masih akan terus mendalami kasus terse­but.

Disinggung soal motif pelaku SJ melakukan perbuatan becadnya ter­hadap anak di bawah umur, apakah karena ada kelainan jiwa atau hanya karena pelampiasan nafsu birahin­ya. AKP Zamrul menegaskan, atas pengakuan tersangka bahwa perbuatannya bukan karena kelainan jiwa. “Lebih karena dorongan syah­wat saja. Bukan kelainan jiwa,” tan­dasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidi­kan dan Kebudayaan (Kadindikbud) Lebak, Wawan Ruswandi saat dikon­firmasi terkait tindakan asusila yang dilakukan oknum Kepsek tersebut. Ia menyerahkannya kepada aparat penegak hukum (kepolisian), dan menghargai proses yang sedang ber­jalan.

“Kita serahkan sepenuhnya ke­pada pihak kepolisian. Karena, sam­pai saat ini masih diproses di Polres Lebak. Jika terbukti SJ melakukan tindakan asusila, maka untuk sanksi mengikuti aturan yang sudah ada. Soal di pecat atau tidaknya, kita masih menunggu proses dari pihak kepolisian,” terang Wawan, seraya menyayangkan kasus tersebut bisa terjadi.

Diberitakan sebelumnya, oknum Kepala Sekolah di Cigemblong, Ke­camatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, SJ (50) dilaporkan ke Kepoli­sian Resort (Polres) Lebak, Selasa (6/3) lalu. SJ dilaporkan oleh Luk­man, warga Kampung Panyaungan RT/RW 01/01, Desa Panyaungan, Ke­camatan Cihara, Kabupaten Lebak. Lukman merupakan orangtua dari Bunga (7), korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh SJ.

Lukman, saat dikonfirmasi oleh wartawan menuturkan kronologis kejadian dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum Kepsek SDN 3 Cigemblong terhadap putrinya, sebut saja Bunga (7) dan Mawar (7) keponakannya.

“Saya tahu pada hari Senin (26/2), saya dikasih tahu isteri jika telah terjadi pelecehan seksual terhadap anak saya Bunga (7) dan anak adik dari isteri saya Mawar (7), yang baru duduk di bangku kelas 2. Terduga pelakunya adalah, SJ oknum Kepsek SDN di Cigemblong,” tutur Lukman, Rabu (7/3).

Ironisnya, kata Lukman, pelaku merupakan suami bibi dari istrinya. Kejadian pencabulan ter­hadap kedua korban oleh terduga pelaku sudah berlangsung lama, berdasarkan pengakuan Mawar dan Bunga. Namun kata Lukman, setelah dirinya mendapat laporan dari isterinya tidak langsung melaporkan kepada kepolisian. Kare­na, dirinya masih melakukan pe­nyelidikan dan mencari informasi atas kejadian tersebut.

“Hari Kamis tanggal 1 Maret 2018, saya menyuruh anak saya kakak Bunga dan Tati ibu dari Mawar untuk melaporkan ke Polsek Panggarangan. Waktu ke Polsek Pangggarangan, saya memang tidak ikut. Karena saya tidak kuat, sebab korbannya anak saya sendiri. Berhubung tidak ada Unit PPA di Polsek Panggarangan, kemudian kami diarahkan untuk melapor ke Polres Lebak,” paparnya. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.