Pendapatan Pajak Capai Puluhan Juta Rupiah

Hari Pertama Operasi Keselamatan Kalimaya 2018

KOTA SERANG, SNOL–Badan Pendapa­tan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten berhasil meraup puluhan juta rupiah dari pembayaran pajak kendaraan bermotor di hari pertama Operasi Ke­selamatan Kalimaya yang digelar oleh Polda Banten di Tugu Debus, kawasan Kemang, Kota Serang, Kamis (8/3).

Kepala Samsat Kota Serang Ahmad Syaukani menjelaskan, kurang lebih selama satu jam operasi, ada 26 kend­araan bermotor dengan tunggakan pa­jak kendaraan yang membayar pajak dalam operasi tersebut. “Jika diuang­kan sekitar Rp 20 jutaan,” kata Syaukani saat dijumpai di sela-sela operasi.

Menurut Syaukani, hari ini merupak­an hari pertama pihaknya ikut serta da­lam operasi. Rencananya, Samsat Kota Serang akan mengikuti agenda Polda tersebut hingga 21 Maret mendatang.Dijelaskan Syaukani, sejauh ini may­oritas penunggak pajak adalah peng­endara kendaraan bermotor roda dua.

“Tadi ada Alphard, pajaknya mati di bulan empat, sekarang kan bulan tiga, kita ingatkan saja,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sochari menjelaskan, untuk merealisasikan target pendapa­tan, Bapenda bersinergi dengan kepolisian. Salah satunya den­gan membuka Samsat keliling dalam setiap giat operasi. “Ini sesuai instruksi pak Gubernur,” kata Opar.

Opar menambahkan, selain untuk mendorong pendapatan daerah, keterlibatan Bapenda pun untuk meningkatkan kesa­daran kepada masyarakat pent­ingnya membayar pajak. Kar­ena itu, dalam giat ini, Bapenda memberikan peringatan kepada masyarakat yang kedapatan menunggak pajak. “Yang belum punya uang kita kasih kesem­patan dan tenggat waktu untuk bayar, kalau punya (uang) lang­sung bayar di sini,” tutur Opar.

Dijelaskan Opar, kegiatan turun ke lapangan seperti ini penting untuk realisasi target pendapatan asli daerah. Karena itu banyak program jemput bola yang disusun Bapenda untuk raup pendapatan seperti Sam­ling, dan setiap pegawai mem­bawa wajib pajak.

Dijelaskan Opar, target penda­patan tahun 2018 mencapai Rp 10,365 triliun. Paling besar sum­ber berasal dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Sisanya dari dana per­imbangan serta sejumlah sektor pendapatan lainnya.

Sementara, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo menjelaskan, Op­erasi Keselamatan Kalimaya ini bertujuan untuk menyosialisasi­kan kepada masyarakat penting­nya keselamatan berkendara. “Kita memberikan penyuluhan keselamatan seperti ‘klik helm’, pasang sabuk pengamanan, tapi kita pun lakukan penindakan pelanggaran kasat mata. Seperti SIM, STNK,” tuturnya.

Selain dengan giat operasi seperti ini, sosialisasi keselama­tan pun dilakukan melalui me­dia sosial dan media publikasi lain seperti spanduk dan sele­baran. Operasi ini, lanjut Djatiu­tomo, akan dilaksanakan hingga 21 Maret mendatang. Lokasinya akan berbeda-beda namun di jalan yang luas. “Karena kita pun memperhatikan ketertiban. Kalau terjadi kepadatan itu kan wajar,” tuturnya. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.