Demokrat Banten Dukung AHY Nyapres

Belum Tertarik Gabung Koalisi Usung Jokowi

SERANG, SNOL—Pengurus partai politik di Provinsi Banten kembali mendeklar­asikan dukungan kepada calon presidennya. Setelah dukungan untuk pencapre­san Joko Widodo dan Prabo­wo Subianto dideklarasikan beberapa waktu lalu, kini giliran Agus Harimurti Yud­hoyono (AHY) didukung untuk maju di Pilpres 2019 mendatang.

Dukungan terhadap AHY dideklarasikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Banten di sekretariat DPD Demokrat Banten, Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (9/3). Ketua DPD Demokrat Banten Iti Octavia Jayabaya mengatakan AHY layak di­usung menjadi capres.

Berdasarkan survei, respon masyarakat terhadap mantan calon Gubernur DKI Jakarta itu sangat tinggi. Apalagi Ketua Kogasma DPP Partai Demokrat tersebut merupakan represen­tasi dari generasi milenial. Indo­nesia, kata Iti, butuh sosok muda seperti putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyo­no tersebut.

“Prestasi AHY cukup bagus baik nasional maupun interna­sional, terbukti ia memiliki karir yang cemerlang dalam militer dan prestasi yang membang­gakan selama ia menimba ilmu baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Iti, kemarin.

Oleh karena itu, Bupati Lebak non aktif tersebut akan mendeklarasikannya pencap­resan AHY bersama DPD De­mokrat dari daerah lain dalam Rapat Pimpinan Nasional (Ra­pimnas) yang akan digelar di Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar), pada 9-10 Maret 2018 ini.

“Kita siap all out mendukung AHY untuk maju sebagai cap­res,” tutur Bupati Lebak non aktif tersebut.

Soal kursi partai Demokrat di DPR RI yang hanya sekitar 10 persen lebih, sementara men­gusung pasangan capres – cawa­pres minimal didukung oleh 20 persen kursi DPR RI dan 25 persen suara sah nasional, Iti mengaku DPP Demokrat ten­gah menjalin komunikasi politik dengan parpol lain seperti PAN dan PKB.

“Kita ingin Demokrat, PKB dan PAN membuat poros ke­tiga di Pilpres 2019 mendatang, setelah gerbong PDIP dan koal­isinya mendukung pencapresan Jokowi, serta Gerindra dan PKS yang kemungkinan besar akan mengusung Prabowo Subianto,” ujar Iti.

Demokrat Banten, kata Iti, menginginkan AHY sebagai ca­pres, sementara cawapresnya bisa dari PAN atau PKB.

“PAN punya nama Zulkifli Hasan dan PKB punya Muhai­min Iskandar yang telah siap maju menjadi cawapres,” tutur putri sulung mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya ini.

Sementara itu, akademisi Un­tirta Banten Ikhsan Ahmad me­nilai, pencapresan AHY di Pe­milu 2019 mendatang memang tergantung dari komitmen PKB dan PAN, karena PKS dan Ger­indra sulit untuk berpisah. Jika salah satu partai yakni PKB atau PAN membelot saja ke gerbong pasangan lain, pencapresan AHY akan terganjal karena tak memenuhi syarat sebagai 20 persen kursi di DPR.

“Apalagi saat ini sepertinya Cak Imin (Muhaimin Iskandar Ketua Umum PKB,red) berharap menjadi cawapres Jokowi dan Ketua Umum Zulkifli Hasan juga ingin segera bertemua Ketua Umum Megawati Soekarnopu­tri. Hanya keajaiban yang bisa menjawab itu dan kenyataan bahwa politik itu dinamis,” im­buhnya.

Hingga saat ini Partai De­mokrat belum menetapkan du­kungan kepada salah satu calon presiden (capres) di Pilpres 2019. Belum diketahui pula apakah partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan me­munculkan poros ketiga.

Namun ketika ditanya ke­mungkinan bergabung dengan partai-partai politik pendukung Joko Widodo (Jokowi), Wakil Sekretaris Jenderal Partai De­mokrat Rachland Nashidik me­nyatakan, partainya tidak ber­minat bergabung.

“Menurut saya bergabung dengan koalisi Jokowi tidak me­narik,” ujar Rachland dihubungi wartawan, Jumat (9/3).

Menurut Rachlan, keeng­ganan mendukung Jokowi di­karenakan Partai Demokrat melihat, mantan Gubernur DKI Jakarta itu sampai saat ini belum menunjukkan keberpihakan ke­pada kepentingan masyarakat.

“Pak Jokowi tidak mewakili kepentingan bangsa, khususnya kalangan muda,” katanya.

Atas dasar itu, dia juga men­gatakan kemungkinan Partai Demokrat akan membentuk po­ros ketiga, sebagai capres alter­natif pilihan rakyat Indonesia.

“Saya lebih suka pilihan poros ketiga. Itu lebih mewakili hasrat pada keadilan. Dua calon adalah pemeran paling buruk dari has­rat kekuasaan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, saat ini ma­sih ada empat partai yang belum memberikan dukungan baik ke Jokowi maupun ke Prabowo Subianto. Mereka adalah Par­tai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, dan Partai Am­anat Nasional (PAN).

Partai-partai politik pendu­kung Jokowi antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuan­gan (PDIP), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Nasi­onal Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar. Sedangkan partai pendukung Prabowo Subianto saat ini hanya Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerin­dra). (ahmadi/jpg/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.