Dua Remaja Putri Aniaya Siswa SMP

Video Perundungan Gegerkan Tangerang

TANGERANG, SNOL—Video perundungan terhadap siswa SMP yang men­jadi viral di media sosial menggegerkan warga Kota Tangerang, Sabtu (10/3). Rekaman berdurasi 1 me­nit 46 detik itu menampil­kan aksi kekerasan yang dilakukan dua perempuan muda terhadap seorang pelajar.

Dalam video tersebut, tampak dua remaja wanita berbaju peach dan merah marun memaki seorang remaja lainnya berseragam SMP. Sembari mengeluarkan kata-kata kasar, keduanya memukul dan menendang siswa tersebut di bagian kepala hingga terjatuh dan menangis Aksi keduanya semakin men­jadi. Mereka bahkan mendorong siswi SMP tersebut dan memo­jokkannya hingga tangisannya semakin kencang. Peristiwa itu diketahui berlangsung Jumat (9/3). Sehari kemudian, Tim Srikandi Cisadane Polres Met­ro Tangerang menangkap dua remaja pelaku penindasan yang viral tersebut.

“Tim Srikandi mengungkap kasus kekerasan terhadap anak dengan korban bernama WN (13) dan dua orang pelaku ber­nama LS (15) dan YIZ (16),”ujar Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Robinson.

Dia menjelaskan, peris­tiwa perundungan itu ter­jadi Jumat siang sekira pukul 14.00 Wib. Aksi tersebut di­lakukan LS dan YIZ di seki­tar kawasan Ruko Modern­land Cipondoh, Tangerang. Menurut Robinson, motif terjadinya aksi kekerasan tersebut dilatarbelakangi oleh urusan asmara.

“Jadi salah satu pelaku ini tidak terima kalau pacarnya telah direbut oleh korban,” un­gkapnya. Saat ini kedua pelaku masih ada di Mapolres Metro Tangerang untuk dimintai ket­erangan lebih lanjut.

Kasus perundungan terse­but menarik perhatian Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait. Dia meminta perbuatan sekelom­pok anak yang menganiaya ko­rban tidaklah dapat dibenarkan. Menurutnya hal tersebut telah melanggar hukum.

“Perbuatan dua orang remaja yang disaksikan oleh teman-temannya itu tidak benar. Ke­kerasan fisik dan juga penga­niayaan terhadap anak SMP tersebut merupakan tindak pidana yang tidak dibenarkan oleh hukum dan kemanusiaan,” ungkap dia pada Satelit News, Minggu (11/3).

Arist menyatakan akan men­emui pelaku maupun tersangka yang terlibat dalam insiden tersebut. Selain itu pihaknya akan segera meminta tim KPA agar segera melakukan inves­tigasi terhadap kasus yang di­duga terjadi di Moderland Kota Tangerang itu.

“Untuk mengetahui duduk persoalannya dan untuk mem­berikan pertolongan bagi kor­ban kekerasan fisik ini, KPA seb­agai lembaga independent akan segera menemui korban dan pelaku,” ujar dia.

Selain itu KPA juga akan berkoordinasi dengan pihak Polres Metro Tangerang un­tuk mengusut tuntas kasus ini. Menurut Arist polisi juga harus meminta keterangan dari orang orang yang melihat kejadian tersebut.

“Kami akan segera berkoordi­nasi dengan pihak Polres Metro Tangerang. Polisi bisa meminta keterangan saksi maupun te­man korban untuk bisa mencari kebenaran terhadap kasus ini,” ujar dia.

Dia menambahkan dalam kasus yang melibatkan anak ini polisi tidak boleh diam saja dan harus segera mengungkap kasus ini.

“Kasus ini tidak boleh didiam­kan saja, jika diperlukan pem­binaan terhadap pelaku segera dilakukan. Tapi kalau ini meru­pakan pidana yang mengan­cam hak hidup seseorang harus segera dilakukan penegakan hu­kum dengan mempertimbang­kan kepentingan terbaik korban dan pelaku,” tukasnya. (iqbal/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.