Komisi IV DPRD Akan Panggil Pengembang

KARANG TENGAH, SNOL—Persoalan genangan air di kampung Bulak Ke­lurahan Pondok Pucung, Karang Ten­gah mendapatkan perhatian wakil rakyat. Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Hartoto menyatakan akan memanggil pengembang perumahan Puri 11 terkait banjir yang dialami warga Pondok Pucung.

Politisi PDIP itu mengaku sebe­lumnya sudah pernah mencoba menjembatani persoalan warga kampung Bulak. Tapi, dia justru tidak mendapatkan respon positif.

“Pada intinya dari dulu saya sudah protes dan ngasih tau sama warga sekitar, tapi warga kurang terbuka. Tapi saya siap membantu warga seki­tar yang terkena imbas,” ungkapnya.

Hartoto menambahkan dalam wak­tu dekat ini dirinya akan mendatangi lokasi dan menemui pihak pengem­bang untuk mencari solusi. “Kita ke TKP nanti. Kalau perlu kita panggil pengembang setelah itu,” tukasnya.

Hartoto mengatakan pembangu­nan perumahan semestinya ber­dampak positif kepada masyarakat. Bukan justru sebaliknya.

Lurah Pondok Pucung Hendrik mengatakan warga kampung telah meminta pembuatan saluran pem­buangan air untuk mengurangi genangan di wilayah mereka. Menu­rut Hendrik, drainase di perkampun­gan tersebut sangatlah minim.

“Waktu saya tanyakan air akan dibuang kemana ? warga me­nyatakan dibuang ke perumahan tetangga. Tapi mereka tidak akan terima,” ujarnya.

Namun begitu dirinya mengaku akan menemui pihak pengembang terkait insiden ini. “Saya pengen dari dulu ketemu pengembang tapi saya belum ada yang menjembatani. Dan mungkin besok,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Bulak, Pondok Pucung, Ka­rang Tengah mengeluhkan genangan air yang membanjiri rumah mereka setiap kali hujan deras turun. Warga menuding genangan itu mulai muncul setelah perumahan Puri 11 di dekat perkampungan mulai dibangun.

Warga Kampung Bulak RT 02/05 Andri mengatakan sebelum ada pembangunan yang dilakukan pengembang, rumahnya tidak per­nah kebanjiran. Banjir, kata Andri, muncul semenjak pengembang membuat rumah dan membangun tembok raksasa di wilayah tersebut.

Menurut Andri warga sekitar sempat mengadukan ihwal banjir tersebut pada pemerintah setem­pat. Namun pihak pemerintah hanya berjanji akan membicarakannya ke­pada pihak pengembang.

“Sudah, dulu sudah kita kasih tau kalau ini banjir semenjak ada pe­rumahan di Puri 11 itu. Tapi respon­nya hanya gitu-gitu aja,” ungkap dia. (iqbal/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.