Polisi Bidik Plt Lurah Ciater

Terkait Lahan Gudang Penyulingan Gas Oplosan

SERPONG, SNOL – Kasus pengalihan isi tabung gas elpiji ilegal di Kampung Sentul Kelurahan Ciater Kecama­tan Serpong, kini memasuki babak baru. Kepala Satuan Resort Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tangerang Se­latan, AKP Alexander Yurikho men­duga, Plt Lurah Ciater Nasan Wijaya, ikut andil sebagai pemilik lahan tem­pat penyimpanan ribuan tabung gas elpiji suntikan itu.

Alexander mengungkapkan, pihaknya akan mengambil keterangan atas keterlibatan siapapun terkait kasus penyitaan ribuan tabung gas elpiji suntikan ini. Dugaan semen­tara, Lurah Ciater menjadi pemilik la­han tempat penyimpanan tabung gas elpiji suntikan di Jalan Haji Mamat, Kampung Sentul Ciater.

“Kami belum mendapatkan infor­masi tersebut tapi kami akan menyelidiki siapapun yang terlibat dalam kasus pengoplosan tabung gas elpiji ini,” ujarnya ke­pada Satelit News saat ditemui di Mapolres Tangsel, Senin (12/3).

Di tempat yang sama, Komandan Kodim 05/06 Tangerang, Letnal Kolonel Infan­tri Muhammad Imam Gogor Agnie Aditya juga mengatakan hal senada. Ia menyampai­kan, berdasarkan hasil keterangan ke tujuh pelaku yang kini ditahan di Mapolres Tangsel terkait penyewaan lahan terbuka yang dijadikan tempat pengoplosan ribuan tabung gas elpiji tersebut.

“Sementara dari pengakuan para pelaku, mereka menyewa lahan terse­but melalui Lurah Ciater tapi itu masih sebatas dugaan saja. Masih menung­gu tindak lanjut dari penyidik Polres mengingat para pelaku sudah dijeblos­kan ke bui,” jelas Gogor kepada Satelit News.

Saat dikonfirmasi, Plt Lurah Ciater Nasan Wijaya membenarkan lahan di Jalan Haji Mamat Kampung Sentul itu disewa oleh para pelaku. Namun dia mengaku mereka tidak menemuinya secara langsung, melainkan melalui perantara dari warga setempat.

“Yang datang itu warga saya dan langsung memberi kabar kalau ada yang mau sewa tempat di lahan itu. Katanya mau dibuat gudang. Saya gak curiga sama sekali kalau ini mau dijadikan gudang tapi saya wantiwanti ke mer­eka melalui warga saya yang melapor ini untuk tidak terlalu lama mengguna­kan lahan itu karena mau saya jadikan lahan kandang sapi. Saya kasih waktu tiga bulan untuk penyewaannya,” ung­kap Nasan di Kantor Kelurahan Ciater, Senin (12/3).

Dia mengaku tidak mengetahui jika lahannya dijadikan tempat penyimpan­an ribuan tabung gas elpiji suntikan. Ia baru mengetahui lahan tersebut dijadi­kan tempat praktik tindakan kriminal dari warga yang melapor saat penggerebekan, Sabtu (10/3) malam. Ketidak­tahuannya ini dikarenakan Nasan tidak pernah memantau lokasi tersebut serta kegiatan yang dilakukan para pelaku di lahan tersebut.

“Kalau begini jadinya ya saya merasa dibohongi. Mereka kan bilangnya mau dijadikan gudang saja, tapi gak jelas gudang apa,” terang Nasan.

Seperti diketahui, Kepolisian Sek­tor (Polsek) Serpong bekerjasama dengan Kodim 05/06 Tangerang dan Koramil 03 Serpong menyita ribuan tabung gas elpiji bersubsidi yang telah dioplos, Sabtu (10/3) pu­kul 18.15 WIB. Penyitaan dilakukan dari sebuah gudang di RT 09/10, Kampung Sentul Kelurahan Ciater Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan.

Dari hasil penyitaan, petugas mengamankan ribuan tabung gas elpiji ini terdiri dari tabung 3 kilo­gram 1.340 buah, tabung 12 kilo­gram 120 buah, tabung 40 kilogram 17 buah, 100 selang suntik, berikut 10 unit kendaraan. Dalam pengger­ebekan ini, petugas mengamankan tujuh pelaku, antara lain Ahmad Yani (37) asal Serang, Mulyadi (36) asal Pademangan, Deden (29) asal Rangkasbitung, Rahmat Hidayat (40) asal Jombang, Ciputat, Sopyan (28) asal Serang, Fauzi (40) asal Cianjur, dan Suharja (42) asal Pademangan. (mg2/jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.