TPT Ambrol Tak Kunjung Diperbaiki

Keselamatan Warga Masih Terancam, Khususnya Pengendara Motor

CADASARI,SNOL–Tembok Penahan Tanah (TPT) dengan panjang 17 meter dan tinggi 7 meter, di Kam­pung Masjid RT/RW 004/002, Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, yang ambrol pada bulan lalu (Februari). Sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda akan diperbaiki, baik oleh instansi terkait dilingkungan Pemkab Pan­deglang maupun oleh aparatur Desa dan Kecamatan setempat. Alhasil, lokasinya masih mengancam kesela­matan warga sekitar.

Seorang warga, Ahmad mengung­kapkan, waktu kejadian banyak sekali dari Pemkab Pandeglang yang melihat kondisi longsoran atau am­brolnya TPT tersebut. Akan tetapi, sampai saat ini belum juga ada tan­da-tanda akan diperbaiki.

“Padahal lokasi itu jelas, sangat membahayakan jika terus dibiarkan. Karena, bisa menimbulkan longsor susulan atau memakan korban war­ga dan pengendara yang melinta­sinya. Apalagi saat ini, cuaca sering sekali hujan lebat, itu buktinya dis­epanjang jalan baru kemarin-kema­rin sama, mengalami longsor juga,” kata Ahmad, Senin (12/3).

Menurutnya, kalau longsor di tempat berbeda paling juga me­mutuskan akses jalan. Karena dibawahnya tidak ada rumah pen­duduk. Tapi, jika yang ini longsor kembali, akan sangat berbahaya. Karena, di bawahnya ada pondok pesantren (Ponpes) dan rumah penduduk. Maka dari itu, ia dengan warga lainnya sangat ber­harap segera dilaku­kan perbaikan.

“Kami tidak ingin ada korban. Makanya, kami minta kepada Pemkab Pandeglang segera memperbaikin­ya. Jangan menunggu sudah ada korban jiwa, baru diperbaiki. Kami harapkan, paling lam­bat pada bulan depan (April,red), sudah di­perbaiki,” harapnya.

Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Pemerin­tahan Desa Kaduen­gang, Suherman men­gaku, dari awal kejadian pihaknya sudah melaporkannya agar segera di­perbaiki kembali. Karena, ia juga me­nilai kalau tidak segera dibangun akan membahayakan keselamatan warga.

“Pas kejadian juga, kami langsung membuat laporan dan pengajuan agar TPT itu segera dibangun kem­bali,” tegas Suherman.

Informasi yang diterimanya, TPT itu bakal dibangun menggunakan dana darurat. Bahkan menurutnya, dari Dinas Pekerjaan Umum dan Pe­nataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, sudah datang ke lokasi, mengecek kondisi longsor tersebut.

“Mungkin sekarang sedang pen­ganggaran terlebih dulu. Kalau waktu kepastian akan dibangun­nya, kami juga belum tahu. Karena, sampai saat ini belum mendapatkan tembusan dari Pemkab Pandeglang,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, jalan yang setiap harinya menjadi akses utama warga di 9 Kampung yakni, Kampung Cinangka, Baru, Cigen­teur, Cijeruk, Kopo, Citangkil, Masjid, Tengah dan Kampung Tegal, Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, nyaris putus tergerus longsor dengan ketinggian sekitar 20 meter, sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa (6/3). Panjang jalan yang tergerus longsor, sekitar 15 meter. Kini, sulit dilintasi mobil. Pejalan kaki dan pengendara motor-pun harus ekstra hati – hati. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.