Hari Ini, Praperadilan Perkara Penganiayaan Diputus

Kuasa Hukum Tersangka Menilai Penanganannya Langgar Prosedur

PANDEGLANG,SNOL–Penanga­nan perkara penganiyaan yang melibatkan Hendra warga Kam­pung Jaha, Desa Sukamaju, Ke­camatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, dinilai tak sesuai prosedur penyidikan. Hal itu, membuat kuasa hukum Hendra, Alam Law Firm dan Associates mempraperadilankan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang.

Kuasa Hukum Hendra, Zenwen Pador menyatakan, dia­jukannya permohonan praperadilan pada perkara tersebut. Karena, pihaknya melihat banyak sekali aspekaspek prose­dural yang diatur dalam KUHP, diduga dilanggar oleh penyidik.

“Hari ini (Kamis,15/3,red), kami memberikan masukan me­lalui penyerahan langsung doku­men kesimpulan kepada hakim sidang di PN Pandeglang. Ini rangkaian dari proses sidang yang sudah berlangsung beberapa hari lalu,” kata Zenwen, Kamis (15/3).

Ditambahkan kuasa hukum Hendra dari Alam Law Firm dan Associates ini mencontohkan, pelanggaran dalam proses pe­nyidikan itu yakni salah satunya, terkait pemanggilan pemohon. Semestinya, dalam aturannya itu katanya, minimal jaraknya tiga hari dari pemanggilan ke pemeriksaannya. Akan tetapi, hal itu dilakukan pihak penyidik, jaraknya hanya dua hari saja.

“Kemudian, aspekaspek yang lain misalnya, surat pemberita­huan pemanggilan dan segala macam itu, tidak diberikan se­cara patut (hanya melalui telepon seluler,red). Seharusnya, menu­rut KUHP itu surat pemanggilan harus disampaikan langsung ke rumah (alamat,red) yang ber­sangkutan. Tidak bisa seenaknya saja dipanggil melalui telepon, yang dianggap sudah menerima surat tersebut,” terangnya.

Begitu juga yang lebih penting tambahnya, dalam menetapkan tersangka, tidak terlihat dua alat bukti yang cukup dipunyai oleh pihak penyidik. Adapun barang bukti yang digunakan penyidik itu, barang bukti kasus lain. Harusnya, kalau mau menggunakan barang itu sebagai alat bukti, tentu saja sesuai dengan KUHP barang bukti itu harus diproses ulang.

“Jadi, penyidik tidak memiliki dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan klien (Hendra,red) kami menjadi tersangka dalam perkara tersebut. Maka dari itu, kami berharap hakim memahami seluruh proses yang sudah ber­langsung itu banyak kejanggalan. Kami harapkan, proses itu din­yatakan batal demi hukum oleh hakim. Sehingga, status tersangka yang disematkan kepada klien kami bisa dibatalkan,” harapnya.

Sementara, Humas PN Pande­glang, Karolina Selfia BR Sitepu membenarkan, tadi sidang kesim­pulan praperadilan. Untuk sidang putusannya tambahnya, akan digelar Jumat (16/3) hari ini. Saat dipertegas soal informasi bahwa perkara itu sudah diputuskan dan kenapa ada lagi persidangan yang akan memutuskan tersang­ka baru, katanya, putusannya itu terhadap perkara atas nama Aan alias Bonep, bukan atas nama Hendra. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.