Pusat Restui Interchange Dioperasikan

SERANG,SNOL– Interchange di jalan Ju­lang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang dipastikan mulai dioprasikan dalam waktu dekat ini, setelah target sebelumnya gagal dilaksanakan. Kepas­tian oprasi interchange dikuatkan den­gan sudah terbitnya surat kelayakan operasi dari pemerintah pusat pada 13 Maret lalu.

Hal itu dibenarkan Kepala DPUPR Kabupaten Serang Hatib. Hanya saja, Pemkab Serang belum menerima se­cara langsung surat layak operasi inter­change. “Ia tapi belum diterima (surat layak operasi untuk interchange, red),” jawab Hatib singkat saat ditanya kebe­naran sudah terbitnya surat layak berop­erasinya interchange, Kamis (15/3).

Dengan sudah terbitnya surat layak operasi untuk interchange, Hatib meng­isyaratkan dalam waktu dekat ini dibu­ka untuk kemudian mulai bisa diguna­kan sebagai akses baru di Serang Timur. “Insyaallah,” ucapnya mengamini inter­change segera dioprasikan.

Sebelumnya, Kabid Bina Marga pada DPUPR Kabupaten Serang M Roni me­nyebutkan, dalam satu bulan, pemeli­haraan interchange menghabisakan Rp 34 juta. “Untuk bersihin rumput, bayar listriknya, Rp 34 juta. Sehingga memang harus segera diserahkan (Dihibahkan ke Kementrian PUPR, red),” ujarnya.

Wakil Bupati Serang Pandji Tir­tayasa menegaskan, pembangunan interchange merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkat­kan pembangunan serta menumbuh­kan ekonomi melalui pengembangan daerah industri. “Justru kita membuka interchange itu untuk menumbuh kem­bangkan industri di Serang Timur, di Ci­kande dan sekitarnya,” katanya.

Panji meyakini, interchange berdampak pada nilai investasi. Sebab, akan banyak pelaku in­dustry masuk. Disisi lain, Panji berharap masyarakat juga siap untuk menjadi tenaga kerja saat banyak pelaku investor masuk. “Tentunya saya juga berharap masyarakat merespon siap masuk bursa kerja di sektor in­dustri,” katanya.

Kabid Perizinan dan Pena­naman Modal pada DPMPTSP Kabupaten Serang Wawan Ih­wanudin menyebutkan, nilai investasi tahun ini ditargetkan Rp 4 triliun. Hingga Maret ini, sudah terealisasi Rp 518 miliar. Itu terdiri dari investasi PMA se­banyak 5 dengan nilai investasi Rp 446 miliar dan PMDN Rp 71 miliar. “Artinya jika dipresenta­sikan realisasi target investasi sudah mencapai 10,43 persen dengan serapan tenaga kerja satu juta jiwa,” ujar Wawan.

Target nilai investasi tahun ini masih sama dengan 2017 lalu. Hanya saja yang membedakan adalah keharusan dari Pem­prov Banten bahwa Kabupaten Serang diberikan target nilai in­vestasi Rp 11 triliun.

“Insya Allah target yang diber­ikan Pemprov Banten Rp 11 triliun itu terealisasi. Mungkin itu diberikan pada pemerintah Kabupaten Serang karan meli­hat potensi yang ada. Di tahun 2017 lalu saja nilai investasi yang terealisasi Rp 19 triliun,” katanya. (imi/azm/bnn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.