59 Ribu Warga Belum Perekaman KTP-el

Disdukcapil Diminta Selesaikan Perekaman Sebelum 16 April

KELAPA DUA, SNOL—Sebanyak 59 ribu warga asli Kabupaten Tangerang be­lum perekaman KTP elektronik (KTP-el). Akibatnya, mereka terancam tidak dapat mencoblos saat Pemilihan Ke­pala Daerah (Pilkada) pada bulan Juni mendatang.

“Ada 59 ribu warga Kabupaten Tangerang belum melakukan pereka­man KTP-el hingga saat  ini. Mereka terancam tidak bisa ikut mencoblos,” kata Akhmad Jamaludin, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tangerang, usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pe­mutahiran (DPHP) Tingkat Kabupaten Tangerang Untuk Ditetapkan Men­jadi  Daftar Pemelih Sementara (DPS) Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bu­pati Tangerang Tahun 2018 di Hotel Lemo, beberapa waktu lalu.

Menurut Jamaludin, perekaman KTP-el ini penting bagi para pemilih agar bisa menggunakan hak pilihnya saat pesta demokrasi mendatang. Sebagaimana yang dipersyaratkan bahwa pemilih ha­rus tercatat dan bisa menunjukkan min­imal Surat Keterangan (Suket) domisili tempat pemilih berada. Hal itu sebagai tanda pemilih adalah benar adalah war­ga asal Kabupaten Tangerang.

Oleh  karena itu, lanjut Jamaludin, KPU akan melayangkan surat kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang, untuk memastikan sampai sejauhmana proses perekaman dilakukan. Pihaknya berharap, agar kasus warga belum per­ekaman ini bisa rampung dikerjakan sebelum 16 April mendatang, agar dat­anya bisa segera disampaikan kepada desa dan kelurahan tempat pemilih berada sebelum pemilihan berlangsung bulan Juni mendatang.

“Agar sebelum 16 April mendatang ini, kasus warga belum perekaman ini bisa segera diselesaikan oleh pihak Disdukcapil sebelum masa Pilkada ber­langsung Juni mendatang,” tandasnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus melakukan Sinkronisasi antara data pemilih hasil pencocokan di lapan­gan dengan data milik Disdukcapil Kabupaten Tangerang agar data pe­milih benar-benar akurat. Pihaknya juga meminta pihak kecamatan untuk menggenjot proses perekaman sesuai jadwal yang ditentukan.

Pada sisi lain, Jamaludin menam­bahkan, jumlah daftar pemilih poten­sial asal Kabupaten Tangerang saat ini mengalami kemerosotan tajam. Dari sebelumnya berjumlah 2.013.648 orang turun menjadi 1.873.260 orang. Jumlah itu adalah hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) oleh Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) se­lama rentang waktu 20 Januari hingga 18 Februari kemarin. Di mana, Data Pemilih Tetap (DPT) pada  pemilihan   Gubernur Banten tahun 2017 lalu lebih tinggi dibandingkab Pilkada Kabupat­en Tangerang sekarang.

Jamaludin menilai, hal itu disebabkan oleh beberpa hal. Diantaranya terdapat 379.727 pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat saat pencocokan data.

“Dan masih banyak lagi masalah lain, misal  orang  luar tapi ada di Ka­bupaten Tangerang, sehingga saat Pil­gub  bisa memilih namun tidak saat Pilbup (pemilihan bupati). Termasuk DPT mungkin sudah berpindah tem­pat atau sudah meninggal,” tegasnya.

Secara rinci Jamaludin menyebut­kan, dari 1.873.260 DPT yang ada saat ini, 947.541 adalah laki-laki dan 925.719 adalah perempuan.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan In­formasi dan Administrasi Kependudu­kan (PIAK) Disdukcapil Kabupaten Tangerang, Aneng  Sutarjo mengatakan, sejumlah permasalahan di luar kuasa Disdukcapil Kabupaten  Tangerang kerap terjadi di lapangan. Diantaranya jaringan internet yang tidak terkoneksi dengan pusat, sehingga ketersediaan blanko KTP-el yang  tidak memadai juga menyebabkan proses pendataan penduduk kerap terganggu.

Terkait permintaan KPU agar me­nyelesaikan proses perekaman  KTP-el   sebelum 16 April, Aneng mengaku akan berkoordinasi dengan pimpinan dan pemerintah pusat untuk bisa me­mastikannya. (mg1/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.