Cuma 8 Perusahaan Miliki Apar

Serang,SNOL-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mengungkap hingga kini baru ada delapan perusahaan ‎atau industri di wilayah kerjanya yang memiliki alat pemadam kebakaran (Apar). Padahal setiap perusahaan wajib mencegah terjadinya kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengatakan, untuk memberikan pelayanan prima serta memperpendek jarak tempuh penanggulangan peristiwa kebakaran, pihaknya di tahun 2018 ini  berencana membangun dua pos pemadam kebakaran di lokasi terjauh, di antaranya‎ di Anyer.

“Kita coba memberikan pelayanan lebih prima‎, ini juga ditunjang penambahan personil dan tentunya peningkatan profesional anggota pemadam kebakaran,” kata Nana saat menggelar HUT Damkar ke- 99, Senin (19/3).

Sedangkan lokasi terjauh di Kabupaten Serang yang lainnya, pihaknya secara bertahap akan membuatkan pos yang dibangun di tiap daerah pemilihan. Beberapa wilayah yang membutuhkan pos tersebut yakni Cikande dan Bojonegara. “Untuk sementara agar tak mengalami keterlambatan, kita  sudah bekerjasama dengan pihak swasta dan damkar terdekat,” ujarnya.

Namun itu pun dari sekian banyak perusahaan di Kabupaten Serang yang sudah memiliki alat pemadam kebakaran baru ada sebanyak delapan perusahaan. “Jadi kalau terjadi kebakaran di wilayah terdekat, mereka lah yang respon time awal, kami juga sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi,” ujarnya.

Setiap perusahaan memang tidak wajib memiliki Apar, tapi setiap perusahaan wajib mencegah terjadinya kebakaran dengan safety fire yang ada di lingkungan perusahaan sesuai dengan bahan produk yang mereka olah. “Jadi ada ketentuan setiap bangunan gedung memiliki‎ proteksi kebakaran, itu wajib,” katanya.

Pihaknya mengimbau‎ agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan arus listrik atau bahan-bahan yang memicu kebakaran, karena bahaya kebakaran bukan masuk bencana alam, melainkan akibat dari kelalaian manusia. “Jadi wajib diwaspadi,” ujarnya.

Dia menargetkan‎ hingga 2021 nanti semua pos harus selesai terbangun. Pos-pos tersebut diutamakan untuk wilayah yang tidak terjangkau respon time. Penentuannya akan dilihat berdasarkan situasi kondisi jumlah masyarakat dan kepadatan bangunan gedung.

“Nanti kita tentukan titik mana dulu yang tingkat rawanya tinggi dan jangkauannya juga bisa cepat. Itu sedang kita buat master plannya nanti kita tempatkan yang mana dulu,”  pungkasnya. (sidik/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.