Dugaan Pungli Terungkap di Reses

SERPONG UTARA,SNOL-  Anggota DPRDProvinsi Bantendaridaerah pemilihan (dapil) Kota Tangsel, Zaid El Habib menggelar kegiatan Reses II tahun anggaran 2018. Kegiatan yang digelar di Kampung Buaran Timur, Kelurahan Jelupang, Kecama­tan Serpong Utara itu dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya.

Reses dibuka Zaiddengan mem­persilakanmasyarakatmenyampai­kan aspirasinya. Tampak satu per satu masyarakat bicara. Di antaranya kelu­han soal masih adanya dugaan pung­utan liar (pungli) di tingkat SMP.

Salah seorang warga menyampai­kan bahwa di salah satu SMP di ka­wasan kelurahan Jelupangmeminta uang pungutan sebesar Rp 2 juta jika ingin masuk sekolah pada ajaran tahun lalu. “Karena nilai anak saya kurang, dan katanya kalau mau bisa masuk bayar Rp 2 juta. Langsung saja saya tolak dan bukan hanya saya saja, banyak orangtua murid lainnya yang juga dimintai uang,” ujar pria yang tak ingin dituliskan namanya itu kepada Zaid.

Keluhan itu dia sampaikan agar anggota dewan bisa menindaklan­jutinya secara serius. Apalagi seben­tar lagi akan masuk tahun ajaran baru. “Kami tidak ingin ada oknum seperti ini lagi yang merusak citra dunia pendidikan kita,” ujarnya.

Bahkan tidak hanya soal pungli, dalam pembuatan sertifikat tanah melalui program Prona juga ada war­ga yang mengeluh adanya pungli. Pa­dahal program tersebut sudah jelas digratiskan oleh pemerintah pusat.

Mendengarkan aspirasiaspirasi itu, Zaid pun nampak geram. Menu­rutnya, perbuatan pungli tidak bisa dimaafkanlantaranakan merusak sistem pemerintahan yang sudah dibangun untuk melayani masyarakat dengan baik.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, dirinyaakan menyampai­kan apa yang dikeluhkan oleh warga kepada dinas terkaitdan juga ke Walikota Tangselagar pengawasan terhadap proses penerimaan siswa baru berjalan dengan sangat baik.

“Saya menyayangkan masih ada oknumoknum yang bermain di dunia pendidikan kita. Padahal sudah jelas bahwa kebijakan Pemerintah Kota Tangsel untuk menggratiskam sekolah tingkat SMP. Dan aduan ini akan saya sampaikan ke pemerintah agar lebih ketat lagi pengawasannya,” ujarnya.

Zaid juga menyampaikanagar warga nantinya lebih berani. Jika ada yang meminta uang atau melakukan pungli agar meminta bukti kwitansi pembayaran agar lebih mudah lagi ditindaknya.

“Kami harapkan agar warga lebih berani, kalaunanti dimintai duit minta kwitansinyaagar bisa ditindak secara hukum. Dan juga segera laporkan ke Saber Pungli agar ditangkap oknum-oknum seperti ini,” paparnya.

Sedangkan untuk aspirasi lain­nya, Zaid mengatakanakan di­usulkan ke dalam program pem­bangunan Pemerintah Provisi Banten. Jikamenjadi kewenangan Pemkot Tangsel, pihaknya akan me­nyampaikannya ke Fraksi Gerindra di DPRD Kota Tangsel.

“Nanti temanteman Fraksi Gerindra DPRD Kota Tangsel yang me­nyampaikan ke Pemkot Tangselagar masuk ke dalam program atau per­encanaan pembangunan di ang­garan tahun selanjutnya,” pungkas­nya. (dra/bnn/jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.