Kebijakan Plt Bupati “Ditolak” Manajemen RSUD Adjidarmo

Soal Masyarakat Yang Ingin Berobat Cukup Menggunakan KTP – E

RANGKASBITUNG,SNOL–Plt. Bupati Lebak, Ino S Rawita menyatakan, ma­syarakat Lebak diperbolehkan berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Adjidarmo Rangkasbitung hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-e). Namun, kebijakan tersebut masih pro kontra dengan mana­jemen RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.

Lantaran, program yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Andika Hazrumi tersebut, belum terealisasi oleh Pemerintah Pusat. Maka dari itu, manaje­men RSUD Adjidarmo Rangkasbitung belum bisa melayani sesuai kebijakan yang disampaikan Plt Bupati Lebak.

Pernyataan itu disampaikan Ino, saat ia berkunjung dan monitoring pelayanan ke­sehatan di RSUD Adjidarmo, Jumat (16/3) lalu. Menurut Plt Bupati Lebak, saat ini, ti­dak mempunyai uang bukan lagi menjadi alasan untuk tidak mendapatkan pelayanan pengobatan di rumah sakit.

Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Wakilnya, Andika Hazrumy su­dah mencanangkan program berobat gratis, cukup pakai KTP-e. “Kalau ada warga sakit, butuh layanan pengobatan rumah sakit, namun tak punya BPJS Kesehatan, bawa saja kesini (RSUD Adjidarmo,red). Dengan catatan, mem­bawa KTP elektronik. Jadi, jangan sam­pai karena tak punya uang, tidak mem­bawanya ke rumah sakit,” terangnya, Selasa (19/3).

Ino menambahkan, RSUD Adjidarmo Rangkasbitung merupakan satu-satunya rumah sakit milik daerah di Kabupaten Lebak. Bila dilihat dari kunjungan pasien di ruang Instalasi Gawat Daru­rat (IGD), membludak. Maka, pihaknya menyarankan kepada dinas terkait un­tuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

“Perlu segera pengembangan, agar pasien terlayani dengan baik. Coba nanti Dinkes (Dinkes Lebak,red) koor­dinasikan ke Dinkes Provinsi soal relo­kasi, lihat perkembangan dan anggaran kita,” tandasnya.

Sementara, Direktur RSUD Dr. Ad­jidarmo, Arief Rachmatullah  menu­turkan, pelayanan berobat gratis pakai KTP-e pada dasarnya kebijakan Guber­nur Banten. Namun kata Arief, kebi­jakan tersebut masih pro kontra dengan Pemerintah Pusat. Maka dari itu, kebi­jakan tersebut belum bisa direalisasi­kan di RSUD Adjidarmo.

“Kalau program berobat gratis pakai KTP elektronik, sudah di ketuk palu, kita siap memberlakukannya. Semen­tara ini belum. Kita tak bisa mengklaim (menagih biaya pengobatan pasien). Namun, bukan berarti kami menolak. Silahkan masyarakat Lebak datang ber­obat ke RSUD Adjidarmo, sesuai ruju­kan. Tapi, tetap untuk saat ini jika warga tidak memiliki BPJS maupun faskes lainnya, itu nanti di sesuaikan,” imbuh­nya. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.