Polisi Waspadai 7 Bahaya Efek Hoaks

Masyarakat Diminta Lebih Jeli dan Cerdas

TIGARAKSA, SNOL—Ada tujuh bahaya yang ditimbulkan aki­bat berita hoaks yang beredar di Masyarakat. Hal itu disam­paikan Kapolresta Tangerang Kombespol Sabilul Alif saat so­sialisasi perangi isu hoaks, sam­bil membagi-bagikan brosur kepada para pengendara yang melintas di depan tugu selamat datang Pusat Pemerintahan (Puspemkab) Tangerang, Senin (19/3).

“Tujuh bahaya yang ditimbul­kan oleh berita hoaks ini perlu diketahui oleh masyarakat luas, karena dapat dengan mudah memancing emosi masyara­kat dan menimbulkan gang­guan ketentaraman dan kenya­manan,” kata Sabilul kepada wartawan.

Lanjut Sabilul, tujuh bahaya hoaks itu diantaranya, bisa menjadi media penipuan untuk memperoleh keuntungan bagi pelakunya, menjadi sarana pemecah persatuan dan kesat­uan bangsa, bisa menyerang personal sehingga membuat masyarakat men­jadi salah menilai sosok seseorang berdasarkan berita yang beredar, se­bagai media adu domba yang efektif, serta pelaku penyebarluasan isu hoaks juga akan diacam tindak pidana.

Lanjut Sabilul, ada juga tujuh ciri-ciri berita hoaks yang perlu diketahui ma­syarakat luas, diantaranya artikel hoaks terlihat mengandung perasaan dan emosi yang berlebih, isi konten terlihat provokatif, beritanya kedaluarsa yang dimuat ulang agar terlihat seolah kejadi­an baru, sumber berita tidak jelas, men­gandung unsur diskriminatif dengan tujuan untuk memojokan pihak lain, berita hoaks juga telah melalui proses pengeditan dengan tujuan tertentu.

“Jadi tips melawan hoaks, masyarakat agar tidak membagikan ulang sehingga berita hoaks ini menjadi viral. Perhatikan sumber kebenarannya, baca secara kes­eluruhan beritanya, periksa ulang tautan gambar dan videonya dan terpenting adalah perbanyak referensi untuk mem­bandingkan berita yang ada,” tegasnya.

Menurut Sabilul, mudahnya sebaran isu hoaks itu dikarenakan oleh keterba­tasan informasi dari setiap individu yang membacanya, sehingga pembacanya menjadi mudah dibohongi. Selain itu, tingkat popularitas informasi yang men­colok sehingga menutup kebenaran isu yang ada. Termasuk ketertarikan manu­sia dalam melakukan selective attention, sehingga pembaca tidak lagi memper­hatikan topik hoaks dan langsung mem­percayainya begitu saja tanpa dikaji ke­benarannya dan konfirmasi bias.

“Untuk itu warga diminta jeli, cerdas dan bisa lebih serius dalam mengkaji ke­benarannya terlebih dahulu dalam setiap membaca informasi yang diterimanya sebelum disebarluaskan,” kata Sabilul.

Sementara itu, salah satu peng­endara yang melintas, Ridwanto men­gapresiasi langkah Polresta Tangerang dalam menjaga stabilitas dan keaman­an warga, khususnya akibat kemuncu­lan dari berita hoaks. Dengan begitu, kata dia, warga bisa lebih tahu mana berita yang benar dan tidak melalui cara-cara menangkis isu hoaks sesuai panduan dalam brosur yang dibagikan polisi. (mg1/aditya)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.