Tingkat Disiplin Rendah, Sekda Tegur ASN

TANGERANG, SNOL—Sekretaris Dae­rah Dadi Budaeri menegur para aparatur sipil negara (ASN) di ling­kup Pemkot Tangerang terkait ren­dahnya kedisiplinan pegawai. Sekda menyoroti disiplin pegawai dalam melaksanakan apel pagi yang men­jadi kewajiban rutin.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa mengikuti Apel Kesadaran Nasional. Namun kalau saya perhatikan tadi di laporan bahwa Pejabat Tinggi Prata­ma hadir semua. Padahal saya yakin enggak, karena Pak Mumung sakit, terus Pak Rakhmansyah juga sakit. Ini saya minta kepada temen-temen di BKPSDM untuk mengecek jum­lahnya dengan benar. Bukan karena konteknya Pejabat Tinggi Pratama terus (dianggap) hadir semua,”ujar Sekda mengawali arahannya dalam Apel Pagi di Plasa Pusat Pemerin­tahan kota Tangerang, Senin (19/3).

Selain itu, secara langsung Sekda yang juga pernah menjabat sebagai kepala BKPSDM dan Inspektorat tersebut, mengecek secara acak tingkat kehadiran pegawai.

“Dinas Sosial yang Wajib Apel ada berapa ?,” tanya Sekda ke salah satu pejabat BKPSDM.

“Wajib Apel 40 tanpa keterangan 2 Pak,” jawab salah satu staf BKPSDM.

“Ini yang hadir dan ikut apel cuma 22, yang hadir dan isi token tapi ti­dak ada di barisan ada 12-an berarti. Saya minta para kabid menginves­tigasi kemana aja ini orangnya dan melaporkannya ke Kepala Dinas me­lalui Sekretaris,” tegasnya.

Masih soal apel, Sekda juga men­ginstruksikan kepada BKPSDM dan Pol PP untuk mengunci pintu akses menuju Plasa Puspem yang menjadi lokasi Apel Pagi. Hal ini dilakukan selain untuk menjaga kedisiplinan pegawai sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kekhidmatan selama pelaksanaan apel.

“Kalau perlu ganjel pakai lemari. Karena saya lihat tadi ada pegawai pas apel sudah dimulai masuk ke barisan paling ujung terus habis itu geser lagi ke barisan lain, itu tadi yang dari dinas Pendidikan mutasi berapa kali geser lagi-geser lagi,” pa­parnya.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 3 ta­hun 2018 tentang Hari Kerja, Jam Kerja Pegawai dan Apel Pagi Pega­wai di lingkup Pemkot Tangerang dinyatakan bahwa setiap pegawai di lingkup pemkot Tangerang berkewa­jiban untuk melaksanakan Apel Pagi setiap Pukul 07:30 WIB di unit kerja masing-masing kecuali pada Hari Senin dan Jumat yang dipusatkan di Plasa Puspem. Dan bagi pegawai yang melanggar aturan tersebut akan dikenakan sanksi potongan tunjan­gan prestasi kerja sebesar 1 persen sedang bagi yang tidak hadir tanpa keterangan dikenai sanksi poton­gan sebesar 3 persen dari tunjangan prestasi kerja.

Seusai apel, Sekda menyampai­kan bahwa disiplin pegawai menjadi hal penting dalam penyelenggaraan pemerintahan terutama terkait pen­ingkatan pelayanan publik ke ma­syarakat.

“Bagaimana kita bisa menuntut masyarakat berlaku disiplin kalau ki­tanya sendiri tidak memberikan con­toh,” tukasnya. (iqbal/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.