80 Desa Masih Nunggak Rastra 2017

Mencapai Rp 2,9 Miliar

TIGARAKSA, SNOL—Meski batas wak­tu pengembalian tunggakan beras sejahtera (Rastra) tahun 2017 telah lewat yakni 28 Maret lalu, namun sampai saat ini masih 80 desa masih belum melunasi tunggakannya. Bu­log Sub Divre Tangerang mencatat, total tunggakan mencapai Rp 2,9 miliar.

“Masih ada 80 desa lagi yang belum melunasi tunggakan Rastranya tahun kemarin. Angkanya mencapai Rp2,9 miliar, itu terhitung sejak Senin (2/4) kemarin,” kata Junaidi, Kepala Sub Divre Bulog Tangerang kepada Satelit News, kemarin.

Padahal, imbuh Junaidi, upaya pengembaliannya itu telah mengi­kut sertakan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang agar tunggakan Rastra bisa segera terse­lesaikan sebelum akhir Maret. Hal itu sesuai penandatanganan MoU antara Bulog Subdivre Tangerang, dengan Kejari Tangerang agar tung­gakan bisa segera diselesaikan oleh desa yang menunggak. “Namun, ke­nyataannya tunggakan masih saja ada, dan nilainya cukup besar,” katanya.

Lanjut Junaidi, kerjasama antara Bulog Sub Divre Tangerang dengan Kejari Tangerang telah lama terbangun, melaui MoU bersama dalam pengawasan dan pembinaan ke­pada desa serta kelurahan yang be­lum menyelesaikan tunggakan Ras­tranya.

“Selain MoU, Bulog juga mengua­sakan kepada Kejari untuk pembi­naan apabila ada desa yang nunggak,” tegas Junaidi.

Sebelumnya, 150 desa menunggak Rastra tahun 2017. Dalam perjalan­nya, sebanyak 70 desa sudah mulai mengembalikan tunggakan kepada kas negara. Para Kades juga diminta untuk menandatangani surat perjan­jian kesanggupan pengembaliannya agar bisa segera dikembalikan sebe­lum tanggal 28 Maret.

Sementara itu, Kasi Datun Kejari Kabupaten Tangerang, Roland men­gatakan, pihaknya telah menerima berkas pelimpahan mengenai ratusan desa yang menunggak Rastra 2017 lalu. Dia berjanji akan bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut agar bisa terselesaikan.

“Saya sudah terima berkasnya dari Kasi Datun sebelumnya, Sulta D Sito­hang dan saat ini sedang saya pelajari kasusnya. Ke depan kita akan bergerak cepat agar penangannnya bisa segera diselesaikan agar jangan lagi ada desa yang nunggak,” pungkasnya. (mg1/aditya)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.