Akademisi Kritik Pendukung Kotak Kosong

TANGERANG, SNOL—Akademisi sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Ahmad Badawi mengkritisi du­kungan untuk kotak kosong. Pasalnya, du­kungan tersebut dinilai lebih akan meru­gikan dari sisi anggaran pemerintah yang dikeluarkan.

“Kotak kosong itu keinginan masyarakat sebagian kecil, tetapi kalau itu terjadi, nega­ra akan merugi karena biaya pilkada itu bisa mencapai Rp 60 miliar,” ujar Badawi kepada wartawan belum lama ini ditemui usai keg­iatan PGRI Kota Tangerang.

Dana Rp 60 miliar itu dinilai cukup besar. Sebab bisa digunakan untuk pembangunan di Kota Tangerang seperti fasilitas umum, drainase hingga sekolah. Kalau pemban­gunan sekolah memakan biaya Rp 3 miliar ya dibagi saja dari Rp 60 miliar itu bisa jadi berapa unit,” tuturnya.

Badawi juga menegaskan kotak kosong itu harus dilawan karena dapat merugikan bangsa. Menurutnya bukan tidak mungkin ada oknum ‘usil’ yang sengaja menghambat pembangunan bangsa. “Yang menyuarakan memilih kotak kosong itu hanya main-main saja. Tetapi itu juga bisa terjadi apabila ada orang yang membiayai. Kalau ada yang membiayai itu orang yang usil terhadap pembangunan bangsa dan itu harus dila­wan,” tegasnya.

Sementara, Ketua PGRI Kota Tangerang Jamaluddin mengatakan, memasuki tahun politik, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pilihan para guru dalam pilkada, pileg mau­pun pilpres. “Kita Serahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru, karena saya yakin mereka sudah cerdas untuk menentu­kan pilihannya,”ucapnya. (made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.