Kakek Diduga Cabuli 4 Bocah

CIPUTAT,SNOL— Sungguh bi­adab kelakuan kakek yang satu ini. Soleh (65), warga Cipayung RT.03/11, Ciputat, diduga tega mencabuli empat bocah perem­puan yang tak lain tetangganya sendiri. Sang kakek pun ditang­kap anggota Satreskrim Polres Tangerang Selatan dan harus mempertanggungjawabkan per­buatannya.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Ahmad Alexander Yurikho Hadi membenarkan adanya du­gaan aksi pencabulan tersebut. Perbuatan bejad itu dilakukan pelaku terhadap empat korban­nya yakni, KYS (6), ALN (6), KC (6), dan ICH (6) di Jalan Ci­mandiri II, Cipayung, Kecama­tan Ciputat pada Minggu 1 April 2018. Ketika itu, pelaku melihat anak-anak tersebut tengah be­rada di dekat penjual makanan Papeda atau bubur sagu. Melihat keceriaan anak-anak itu pelaku pun menghampiri mereka.

Sebelum dicabuli, pelaku mengajak jajan korban dengan membelikan para korban maka­nan papeda. Pelaku juga mem­berikan uang Rp5000 kepada para korban. Disaat korban luluh, dis­itulah pelaku melancarkan aksi bejadnya. Para korban di ajak ke tempat sepi. Kemudian pelaku meremas-remas bagian payu­daranya, bahkan memegangi alat kelamin korban secara bergilir.

Kasus ini terungkap setelah orang tua salah satu korban merasa curiga terhadap sikap anaknya. Setelah diintrogasi ternyata pengakuan korban sangat mengejutkan. Orang tua korban pun melaporkan dugaan pencabulan tersebut ke pihak kepolisian. “Kejadian itu dike­tahui oleh orangtua korban, dan dilaporkan kepada unit Pelayan­an Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangsel,” jelasnya.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / 333 / K / IV / 2018 / SPKT / Res Tangsel tanggal 02 april 2018, beserta sejumlah bukti pendukung seperti hasil visum dan pakaian korban, petugas Unit PPA dibawah pimpinan Iptu Sum­iran langsung membekuk pelaku dan menggelandanganya ke Mapolres Tangsel. “Kami bertin­dak cepat dan langsung menga­mankan pelaku. Antara tersangka dengan korban merupakan tetangga. Pelaku bekerja sebagai wiraswasta,” beber Alexander.

Polisi masih memeriksa keji­waan pelaku ke bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya. Sementara, pemeriksaan ter­hadap korban dilakukan dengan pendampingan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Ke­menkumham Banten, Pusat Pe­layanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dan Orang Tua. Pihaknya juga masih melakukan Trauma Heal­ing terhadap para korban, bekerjasama dengan Satgas Anti Kekerasan Anak Kota Tangsel.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 dan atau pasal 82 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 atas pe­rubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun pen­jara.(jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.