Ternyata, Surat Teguran dari Kemendes PDTT Hoax

Diduga Sengaja Dibuat Untuk Mengganggu Stabilitas Daerah   

PANDEGLANG,SNOL–Surat teguran dari Kementerian Desa Pembangu­nan Daerah Tertinggal dan Trans­migrasi (Kemendes PDTT) dengan Nomor 331/HK.II.02/III/2018 ter­tanggal 27 Maret 2018 lalu, kepada Bupati Pandeglang Irna Narulita, ternyata hoax alias bohong. Pada­hal, surat tersebut sempat viral di media sosial (Medsos), dan menjadi perbincangan masyarakat sekitar.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Keuangan dan Bina Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang, Hasan Basri menegaskan, hasil koordi­nasi Bupati Pandeglang dengan Sekte­taris Jendral (Sekjen) Kemendes PDTT, sampai saat ini beliau belum pernah mengeluarkan surat apapun bentuknya ke Kabupaten Pandeglang.

“Pengakuan Sekjen Kemendes PDTT, bahwa pihaknya sampai detik ini tidak mengeluarkan surat apapun ke Kabupaten Pandeglang. Apalagi, surat itu terkait dengan penggunaan Dana Desa, sangat tidak benar dan su­ratnya janggal,” tegas Hasan, saat dite­mui di ruang kerjanya, Selasa (3/4).

Menurutnya, kejanggalan surat itu terlihat dari beberapa hal yang tidak menujukkan keasliannya. Beberapa di­antaranya, yang janggal ungkap Hasan yakni, kop surat yang berlambang ga­ruda, itu bukan kop asli kementerian.

“Kopnya kan foto copyan, yang aslinya berwarna emas. Namun, di tanda tangannya asli dan cap basah, jelas itu janggal. Kejanggalan lainnya, di surat yang di tanda tangan Sekjen itu juga, dari tembusannya juga seharus­nya ada tembusan kepada Pak Men­terinya sebagai laporan. Akan tetapi, ini tidak ada. Ditambah lagi, diperkuat dengan pernyataan Pak Sekjen Ke­mendes PDTT, bahwa ia tidak menge­luarkan surat tersebut,” terangnya.

Ia juga menegaskan, bahwa pi­haknya sama sekali tidak menerima wujud utuhnya surat tersebut. Bupati juga sama sekali tidak menerima. “Saya sangat menyayangkan, di momentum hari jadi Kabupaten Pandeglang ke 144, ada surat seperti itu. Kami lebih memilih membereskan penyampaian proses pencairan Dana Desa, dan tidak mau lebih jauh mempersoalkannya. Karena berita itu hoax,” pungkasnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menegaskan, hasil koordinasinya langsung melalui telepon seluler dengan Sekjen Kemendes PDTT, bahwa surat itu tidak benar. Ia juga menceritakan, percakapan koordi­nasinya dengan Sekjen Kemendes PDTT. Dari hasil percekapan itu, Sekjen juga sempat kaget ketika mendengar ada surat tersebut.

“Ibu (Irna,red) langsung sampaikan ke Pak Sekjen, ibu kalau manggilnya itu mas. Ibu sampaikan begini, mas-mas mohon maaf untuk klarifikasi ada beberapa kabar berita begini, saya be­lum sempat membalas suratnya. Tapi, surat dari mas belum saya terima. Saya hanya terima dari Whats App ke Whats App,” ungkap Irna.

Ditambahkannya, ia juga lang­sung mempertegas kepada Sekjen, kebenaran surat tersebut yang di­tujukan kepada Bupati/Pemkab Pandeglang. “Langsung pak Sekjen bertanya, apa itu ?. Pas ibu jelasin, langsung di jawab, sama sekali be­lum pernah membuat surat tentang itu. Ibu jelaskan lagi, terkait SE yang dibuat itu mengacu kepada Perbup, Kepbup dan sebagainya, pak Sekjen mempersilahkan dan apabila itu sudah mengacu benar, menyuruh melanjutkannya,” paparnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, karena Surat Edaran (SE) Bupati Pandeglang Nomor 176 Tahun 2018 tentang Pri­oritas Penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2018, dianggap bertentangan dengan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku yang bakal mengakibatkan potensi penyalahgunaan. Kini beredar, surat teguran dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), yang ditujukan kepada Bupati yaitu Surat Nomor 331/HK.II.02/III/2018 tertang­gal 27 Maret 2018 lalu, berisi tentang hasil analisa dari Kemendes PDTT.

Point inti pelanggaran dalam surat itu diantaranya yakni, SE Bupati Pan­deglang yang memperbolehkan Ke­pala Desa (Kades) menggunakan DD untuk membangun Kantor Desa bagi Desa yang belum mempunyai kan­tor, pengadaan kendaraan roda dua untuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), juga disebut telah melanggar aturan. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.