Gebrak Pakumis Harus Ditingkatkan

Diharapkan Tak Hanya Menyentuh Warga yang Berada di Satu Kawasan

PAKUHAJI,SNOL—Camat Pakuhaji Ujat Sudrajat mengatakan program Gerakan Bersama Rakyat Atasi Permukiman Pa­dat, Kumuh dan Miskin (Gebrak Pak Kumis) yang merupakan salah satu pro­gram unggulan Pemerintah Tangerang cukup efektif mengatasi pemukiman kumuh dan masyarakat miskin di Kabu­paten Tangerang termasuk di wilayahn­ya. Untuk itu dirinya berharap program ini tetap dilakukan karena Gebrak Pa­kumis ini menjadi salah satu program yang menyentuh langsung masyarakat.

“Lewat program Gebrak Pakumis telah ada ribuan rumah kumuh milik masyara­kat yang dibangun menjadi layak huni. Akibatnya, rumah yang dibangun terse­but tak hanya menjadi nyaman untuk di­tempati, tetapi juga membuat kesehatan masyarakat pun meningkat,” jelas Ujat.

Hanya saja jelas Ujat, dirinya berharap program Gebrak Pakumis ini terus ditingkatkan dimana tidak hanya rumah-tumah yang berada dalam satu kawasan (komunal) yang mendapatkan program ini, tetapi juga boleh berada di tempat-tempat terpisah. Pasalnya saat ini setelah banyaknya rumah yang dibangun melalui gebrak pakumis atau program lainnya, kini rumah tak layak huni yang berada dalam satu kawasan jumlahnya tinggal sedikit.

“Saat ini kebanyakan lokasi rumah yang masih dalam kondisi tak layak huni berada dalam lokasi yang ter­pisahpisah,” jelas Ujat.

Selain itu menurut Ujat, jika terus dipaksakan dengan konsep satu kawasan dihawatirkan terjadi gesekan antara ma­syarakat dengan masyarakat serta den­gan pihak pengelola termasuk dengan pemerintah. Hal itu bisa terjadi karena jika dipaksakan satu kawasan masayara­kat yang sebenarnya dinilai lebih layak mendapatkan manfaat program Gebrak Pakumis namun karena tidak berada dalam satu kawasan akan cemburu.

“Selama ini banyak rumah yang se­benarnya lebih layak mendapatkan manfaat Gebrak Pakumis yang tak bisa menerima manfaat karena tidak berada dalam satu kawasan,” paparnya.

Sementara itu Ketua UPK Rajeg H.A Hasan mengaku untuk saat ini pi­haknya lebih sepakat jika pelaksanaan Gebrak Pakumis tetap berdasarkan ka­wasan. Menurut Hasan selain masih banyaknya rumah tak layak huni dalam satu kawasan khususnya di wilayah Ra­jeg, hal ini juga akan mempermudah pelaksanaan program Gebrak Pakumis.

“Dengan masih berada dalam satu kawasan tentunya akan memudahkan proses pengiriman bahan bangunan juga mempermudah pengawasan,” jelas Hasan.

Hanya saja menurut Hasan kedepan, pembangunan rumah kumuh lewat Ge­brak Pakumis kedepan tentunya bisa dilaksanakan secara parsial jika me­mang sudah sedikit rumah kumuh yang berada dalam satu kawasan.

“Untuk saat ini jika ada warga yang membutuhkan bantuan bedah rumah namun tidak berada dalam satu ka­wasan bisa melalui pagu dewan, Dinas Sosial ataupun dana CSR,” jelasnya.

Sebelumnnya Pemkab Tangerang mencanangkan program Gebrak Paku­mis untuk mengatasi pemumikan ku­muh dan masyarakat miskin. Sasaran dari program tersebut adalah kawasan permukiman kumuh seperti rumah ti­dak layak huni, prasarana sarana dan utilitas yang buruk dan kurang mema­dai yang berdampak pada rendahnya tingkat kesehatan lingkungan

Program yang diluncurkan oleh Bu­pati Tangerang sejak 2014 lalu ini terus dilirik oleh pemerintah pusat maupun pihak swasta. Bahkan sejumlah NGO Internasional juga ikut mengawasi pro­gram ini agar pelaksanaannya lebih baik. (imron/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.