Lima Tahun Sakit, Tak Mampu Berobat

Nasihin Cuma Mengurung Diri di Kamar

KAB SERANG, SNOL—Sungguh mem­prihatinkan nasib yang dialami Nasi­hin (59). Sudah lima tahun warga Kampung Toyek, RT 005/001, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang ini menderita lan­taran keluarganya tak punya biaya untuk mengobati penyakitnya. Dia sekarang hanya bisa mengurung diri di kamar dengan tubuh yang semakin mengecil.

Ayah Nasikin, Kasan saat ditemui di rumahnya mengaku tidak menge­tahui penyakit yang diderita anak pertamanya tersebut. Karena selama ini dia hanya bisa membawa berobat ke mantri desa dan terapi ke pengo­batan tradisional. Selain itu, sepu­lang berobat tersebut, anaknya hanya diberi obat. “Awalnya kata anak saya badannya sakit-sakit, rematik, jalan juga nggak bisa, terus dibawa ke man­tri tapi nggak kerasa katanya, dibawa terapi juga sama masih kerasa sakit terus,” kata Kasan, Rabu (4/4).

Pada saat itu kata Kasan, dirinya tak memiliki BPJS untuk mem­bawa anaknya berobat ke rumah sakit. Selama ini dia mengaku hanya menunggu uang hasil ker­ja sebagai buruh petani di ladang milik orang lain.”Gak punya bia­ya untuk berobat, nunggu rezeki lebih, ada uang berobat, gak ada uang gak berobat. Saya buruh tani, itu juga kalau ada yang nyu­ruh, bukan punya sendiri, sehari paling Rp 50 ribu, itu juga buat makan,” katanya.

Kasan mengaku mempunyai lima orang anak, namun anak-anaknya tersebut hampir se­muanya sudah berumah tangga dan hidup terpisah. Oleh karena itu ia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk kesembuhan anaknya tersebut. “Saya seka­rang sudah punya BPJS, belum lama ini, tapi saya bingung mau bawa anak ke rumah sakit tidak ada biaya untuk berangkatnya. Sekarang ini saya hanya bisa merawat sebatas memberi ma­kan dan mandiin anak saya,” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Ragas Masigit, Fadli mengaku sangat prihatin melihat kondisi warg­anya tersebut. Ia berharap Dinas Sosial Kabupaten Serang atau dari instansi lain untuk mem­bantu memberikan bantuan terhadap warganya. “Semen­tara ini berdasarkan pendataan ada sekitar 3 atau 4 warga yang hidup di bawah garis kemiski­nan, meraka semua menderita penyakit namun tak memiliki biaya untuk berobat,” pungkas­nya. (sidik/made)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.