Warga Desak Pabrik Karung Ditutup

PAKUHAJI, SNOL—Sejumlah warga Desa Kalibaru meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang segera menin­dak tegas dengan menutup ak­tivitas pabrik karung milik PT DNU. Pasalnya, aktivitas pabrik tersebut khususnya asap yang dikeluarkannya sangat meng­ganggu warga.

Salah seorang warga Desa Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji Dian mengaku, sudah men­datangi kantor Kecamatan Pakuhaji untuk mengadukan keluhan warga yang menge­luhkan asap produksi pabrik karung di Kampung Kali Baru RT 02 RW 01, Desa Kali Baru tersebut. namun hingga seka­rang belum ada tindakan tegas dari Pemkab Tangerang melalui aparatur Kecamatan. Pada­hal, warga sudah cukup lama mengeluhkan. Karena akibat dari asap pabrik karung tersebut banyak warga yang terserang In­feksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa).

Dian mengatakan walaupun pihaknya telah mendegar jika pihak kecamatan telah melayangkan surat peringatan (SP) pertama, namun hal tersebut sepertinya tidak digubris oleh pemilik pabrik. Hal tersebut terbukti hingga saat ini pemilik pabrik tetap menjalankan akti­vitas pabriknya tanpa mem­perbaiki proses pembuagan asapnya terlebih dahulu.

“Saya juga pernah menan­yakan ke Secam (Sekretaris Kecamatan red) pak Yandri Permana untuk menanyakan benar atau tidak pihak keca­matan sudah melayangkan Surat Peringatan pertama, ternyata hanya SP pertama secara lisan bukan resmi. ,” kata Dian saat menghubungi Satelit News, akhir pekan ke­marin.

Dian berharap, Pemkab Tangerang segera menindak te­gas pabrik karung yang dikeluh­kan warga tersebut sebab bila tidak dilakukan tindakan tegas dari Pemkab Tangerang dikha­watirkan bisa memancing keke­salan warga. Dengan cara, war­ga yang menutup pabrik milik PT DNU bila hal tersebut terjadi tentu akan memiliki efek yang kurang baik. “Kalau aparatur kecamatan tidak percaya warga mengeluh pabrik karung silah­kan datang ke warga,” tegasnya.

Dian menambahkan, se­lain asap pabrik karung dike­luhkan warga juga menduga pabrik tersebut tidak memiliki Surat izin lengkap dari Pemkab Tangerang. Hal itu karena warga belum pernah dimintai surat izin lingkungan saat akan didiri­kan pabrik karung milik PT DNU tersebut. “Saya sebagai warga yang terkena dampak aktivitas pabrik tidak pernah diminta tanda tangan saat akan didirikan pabrik karung,” bebernya.

Sementara itu, pemilik pabrik karung PT DNU belum bisa diminta konfirmasi saat didatangi ke pabrik pada Sabtu (7/4) sekira pukul 15.00 WIB. Pemilik pabrik tidak ada di tem­pat. “Pemilik pabrik kalau hari Sabtu tidak ke pabrik pak. Saya tidak punya nomor kontak bos saya,” kata keamanan pabrik yang tidak mau menyebutkan namanya. (imron/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.