Warga Lebak Utara dan Kumala Bakal ‘Geruduk’ Pendopo

Desak Penambangan Pasir Parung Sari Ditutup

SAJIRA,SNOL–Paguyuban masyarakat peduli lingkungan Lebak Utara, bersa­ma Keluarga Mahasiswa Lebak (Kuma­la), hari ini (Senin) akan berunjuk rasa ke Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. Mereka akan mende­sak Pemkab Lebak, segera menutup ak­tifitas penambangan pasir di Kampung Kopi, Desa Parung Sari, Kecamatan Sa­jira, Kabupaten Lebak. Yang dianggap, sudah merugikan masyarakat, khusus­nya pengguna jalan.

Ketua paguyuban masyarakat peduli lingkungan Lebak Utara, To­pan Mugini  menyatakan, aksi ini tidak lain akibat aktifitas penambangan pa­sir di Kampung Kopi. Pasalnya, akibat penambangan tersebut, truk tronton yang mengangkut pasir basah maupun over tonase, kini merusak jalan raya di Desa Parungsari, serta Jalan Nasional Rangkasbitung-Sajira, serta Jalan Raya Sajira-Cipanas.

Oleh karena itu, agar kondisi  keru­sakannya tidak semakin parah. Maka, pihaknya akan mendatangi Pendopo Bupati Lebak untuk mendesak Pemkab segera menutup paksa aktifitas terse­but, di Kampung Kopi. “Selain menutup paksa penambangan di Kampung Kopi, pihaknya-pun mendesak agar truk ang­kutan pasir basah maupun over tonase dilarang melintasi jalan raya milik kabu­paten, Provinsi maupun Nasional, yang ada di Lebak,” ujar Topan, Minggu (8/4).

Mantan aktivis Kumala Lebak, Haris Khadafi menambahkan, dana untuk memperbaiki jalan raya yang berada dalam pengawasan Pemkab Lebak, Provinsi maupun Pemerintah Pusat, tentu cukup besar. Maka dari itu, karena angkutan pasir merupakan salah satu penyebeb kerusakan pada jalan raya tersebut, maka Pemkab harus berani menindak tegas.

“Pajak atau retribusi penambangan pasir, kami yakin tidak sebanding dengan biaya perbaikan jalan. Maka dari itu, karena keberadaannya merusak jalan raya maupun lingkungan hidup. Maka, penambangan pasir yang berada di Kampung Kopi lebih baik ditutup saja,” tegas Haris.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Lebak dari Fraksi NasDem, Abay Zae­nudin Arsudin menegaskan, sangat setuju bila Pemkab Lebak melaku­kan tindakan tegas terhadap aktifitas penambangan pasir di Kampung Kopi.

Sebab tambahnya, akibat keberadaan penambangan pasir itu, merusak ke­beradaan jalan raya disekitar Sajira. “Si­lahkan sampaikan aspirasi paguyuban masyarakat peduli lingkungan Lebak Utara, maupun Kumala, dengan se­baik-baiknya kepada Pemkab. Kepada Pemkab, kami harapkan aspirasi pa­guyuban masyarakat peduli lingkungan Lebak Utara, serta Kumala harus mam­pu diakomodir,” harap Abay. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.