Asap Masuk Kelas, Siswa Dipulangkan

Imbas Kebakaran 4 Ruko di Kawasan Pasar Serpong

SERPONG, SNOL—Sebanyak 400 siswa SD Negeri 01 Ser­pong Kota Tangerang panik bukan kepalang ketika asap hitam pekat memasuki ru­angan kelas mereka, Selasa (10/4) pagi. Asap berasal dari kebakaran empat ruko di ka­wasan Pasar Serpong, Jalan Raya Serpong Kelurahan Ser­pong Kecamatan Serpong. Seluruh siswa terpaksa dipu­langkan pihak sekolah akibat insiden tersebut.

Kepala SDN 01 Serpong Sri Puji Rahayu menceritakan sekira pukul 07.00 WIB selu­ruh siswa datang ke sekolah seperti biasanya. Berselang setengah jam kemudian, asap tiba-tiba muncul dari be­lakang SDN 01 Serpong kare­na kondisi bangunan sekolah dan ruko berdempetan.

“Jam 07.30 WIB sempat ada asap di kelas I, itu di lantai bawah kelasnya. Tiba-tiba kok asap ma­kin menghitam dan naik ke lantai atas yang diisi siswa kelas VI. Son­tak anak-anak histeris lihat asap tebal itu. Terpaksa kami pulang­kan seluruh siswa, kurang lebih jumlahnya 400-an siswa kelas I sampai VI,” ungkapnya kepada Satelit News di ruangannya, Selasa (10/4).

Dia menambahkan, pihaknya langsung meminta petugas jaga sekolah memeriksa asal asap yang masuk ke dalam kelas I dan VI itu. Benar saja, petugas jaga sekolah tersebut melaporkan ke pihak seko­lah bahwa asap berasal dari salah satu ruko yang sudah dilalap api.

“Asapnya dari ruko yang ada di belakang sekolah kami. Petugas jaga sekolah juga bilangnya ruko terbakar karena pendingin ru­angan atau AC di ruko itu masih nyala dari malam hari. Ditambah lagi rukonya ditinggal si pemilik. Gimana gak mau kebakaran, ya rukonya ditutup gitu,” imbuhnya.

Sri beserta guru yang lain segera mengevakuasi seluruh siswa ke Gedung Pusat Kesehatan Masyara­kat (Puskesmas) II persis di sebelah selatan SDN 01 Serpong. Hal terse­but, sebagai antisipasi siswa yang panik akibat kebakaran ini.

“Tembok bangunan sekolah ini juga mengandung minyak ya. Ketakutan kami makin menjadi setelah api semakin membesar. Apalagi api kan bisa menjalar dan membakar apa aja yang ada di dekatnya,” tambahnya.

Sri yang baru tiga tahun men­jabat Kepala SDN 01 Serpong ini mengeluhkan dengan situasi dan kondisi sekolahan yang kurang representatif. Pantauan di lapan­gan, lokasi SDN 01 Serpong le­taknya berada di dalam gang tak jauh dari Masjid Agung Al-Muja­hidin, Pasar Serpong, serta Sta­siun Serpong.

“Ini kejadian yang ketiga ka­linya. Pertama kali itu tahun 1987, kedua 1992, dan ini yang ketiga kalinya kebakaran di dekat seko­lah kami. Melihat kondisi ini kan anak-anak jadi terpengaruh, ta­kut masuk sekolah, apalagi ini udah mau dekat ujian nasional. Mungkin Pemerintah Kota (Pem­kot) Tangsel bisa meninjau lokasi sekolah kami yang menurut kami kurang kondusif,” jelasnya.

Kepala Dinas (Kadis) Pem­adam Kebakaran (Damkar) Kota Tangsel, Uci Sanusi menuturkan pihaknya mendapat laporan ke­bakaran di empat ruko dari warga setempat sehingga dalam waktu kurang lebih satu jam sembilan mobil unit Damkar diterjunkan untuk melakukan pendinginan dan penguraian api serta material yang terbakar.

“Api sudah dikendalikan den­gan cepat karena dikhawatirkan api dapat dengan cepat merambat ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Serpong yang lokasinya persis di belakang ruko ini. Sementara ini, kami belum bisa mendeteksi pe­nyebab pasti seperti apa dan bera­pa kerugian yang dialami empat ruko ini. Karena di satu ruko aja bisa sampai ratusan juta rupiah,” terangnya kepada awak media.

Empat ruko yang terbakar, kata Uci, antara lain kios hand­phone, perabotan rumah tangga, elektronik, serta salon. “Dugaan sementara api berasal dari kios handphone. Nanti akan kita seli­diki lebih lanjut,” paparnya.

Berdasarkan laporan dari salah satu pemilik ruko, Ipul mengaku api berasal dari satu ruko kont­er handphone yang letaknya di ujung. “Rukonya kan berbentuk Letter L. Asal api ada di ruko yang di pojokan itu. Ditinggal pemi­liknya sih, udah gitu rolling door-nya ditutup. Jadi susah kan kalau udah kebakaran kayak gini,” keluh Ipul.

Lurah Serpong, Abdul Hani mengatakan kebakaran ini meru­pakan akibat dari keteledoran sang pemilik kios handphone. “Ya kalau korsleting listrik seperti ini kan kita gak tahu asal api dari mana. Harusnya sih kalau mau tinggalin kios atau rumah sekali­pun, periksa kelistrikannya. Ma­sih ada gak tuh kabel-kabel yang masih nyolok. Kalau kabel gak ada yang nyolok di socket listrik kan aman,” terangnya.

Berkaitan dengan lokasi ka­wasan sekitar Pasar Serpong yang kurang representatif, Abdul Hani mengakui jika kawasan tersebut sudah tidak memadai. Hal terse­but dapat terlihat saat jam sibuk kerja seperti di pagi hari dan menjelang magrib.

“Ruko ini kan memang harus dipindahkan. Kendalanya lokasi tanah yang belum ada untuk mer­eka berdagang. Ini kan dulunya pasar tradisional, nah sementara setelah pasar direvitalisasi ban­yak yang pindah ke luar. Sehingga sering menimbulkan kemacetan parah di jam-jam sibuk,” ungkap­nya.

Dia berharap kepada Pemkot Tangsel agar segera merevitalisasi kawasan sekitar Pasar Serpong, mulai dari infrastruktur jalan serta bangunan SDN 01 Serpong yang perlu dipindahkan.

“Ya memang gak memadai pas­ar di pinggir jalan kayak gini. Mau­nya sih ya segera direvitalisasilah,” pungkasnya. (mg2/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.