Nelayan Lontar Ditemukan Meninggal

KAB SERANG, SNOL—Setelah melakukan pencarian selama dua hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Muhtadi, nelayan asal Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Selasa (10/4). Muhtadi merupakan korban kapal terbalik di Perairan Tiratayasa pada Minggu (8/4) lalu.

Muhtadi ditemukan di perairan Pantai Salira Indah, Merak, Kota Cilegon, dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Nana Sukma Kusuma, Kepala BPBD Kabupaten Serang menyatakan bahwa kemarin pukul 07.00 WIB Tim SAR memulai proses pencarian dengan memperluas area pencarian baik melalui laut maupun penyisiran darat. Pada pukul 10.57 WIB tim melakukan penyisiran melalui laut dengan jarak kurang lebih 4 Km dari titik awal kejadian.

Pada pukul 11.50 WIB korban tenggelam/hilang atas nama Muhtadi berhasil diketemukan dengan jarak kurang lebih 15 milbarah utara dari titik awal kejadian musibah. “Korban ditemukan di perairan Salira Indah Merak. Pukul 13.49 WIB jenazah tiba di dermaga pelelangan ikan tempat pusat awal dilakukan pencarian. Korban langsung dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Diketahui, musibah ini bermula ketika Ahmad Seni, Muhtadi (35) dan Sawiri alias Dalpid (48), melaut untuk memasang badong dengan menggunakan perahu Sopean pada Minggu (8/4). Pada jam 17.00 WIB mereka sampai di tengah laut perairan Lontar yang biasa dipasang badong. Pukul 18.00 WIB mereka selesai memasang badong dan rencananya mau mendarat namun perahu yang ditumpangi diterjang ombak hinga perahu terbalik dan tenggelam.

Pada saat itu mereka bertiga berusaha mencari pelampung namun tidak ada. Muhtadi melihat ada satu pelampung yang mengambang dan akan meraihnya akan tetapi sebelum sampai di pelampung tersebut ia kehabisan tenaga lalu tenggelam. Dawiri dan Ahmad berusaha menolong namun juga kehabisan tenaga, beruntung kedua korban tersebut menemukan Styrofoam dan satu buah botol pelastik kosong kapasitas 1,5 liter dibungkus kantong plastik yang mengapung.

Mereka berdua (Sawiri dan Ahmad) berpegangan pada benda mengapung tersebut lalu berenang hingga sampai di Pantai Kampung Berangbang, Desa Lontar, jam 20.00 WIB. Setelah sampai di Kampung, Ahmad menceritakan kejadian tersebut kepada nelayan lainnya dan selanjutnya beberapa warga menggunakan perahu berinisiatif melakukan pencarian ke tempat tenggelamnya perahu, namun karena kondisi sudah gelap jadi menyulitkan pencarian. (bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.