Arief Berharap Debat Lebih Konstruktif

TANGERANG, SNOL—Pasangan calon walikota-wakil walikota Tangerang Arief-Sachrudin berharap debat pub­lik yang akan kembali digelar berja­lan lebih konstruktif. Sebab, masuk-masukan yang disampaikan oleh panelis pada debat pertama dinilai cukup bagus.

Harapan itu disampaikan Arief menanggapi debat pertama yang di­siarkan secara langsung dari Hotel Narita, Cipondoh Jumat (13/4) lalu. “Kita sih berharapnya bisa menang­gapi (masukan) panelis. Kan setelah setelah kita jawab pertanyaan pane­lis, kemudian oleh panelis ditanggapi lagi, sampai di situ terasa menggan­tung, kami sih inginnya diskusi lebih ada,” ucap Arief usai debat.

Untuk itu, ke depan, Arief ber­harap, struktur debat dibuat lebih konstruktif sehingga apa yang men­jadi pemaparan yang disampaikan lebih dalam. Selain itu, visi-misi yang disampaikan bisa merangkum seluruh masukan masyarakat dan panelis. Namun demikian, Arief me­nyadari keterbatasan durasi men­jadi kendala dalam menyampaikan pemaparan termasuk saat panelis menyampaikan masukan. “Berharap sih ke depannya kita bisa menyam­paikan data-data yang lebih spesi­fik, walaupun sebetulnya sudah bisa kita jawab juga (pertanyaan panelis), karena pertanyaan yang disampai­kan sebenarnya kegiatan kita rutin sehari-hari (sebagai walikota-wakil walikota),” ucapnya.

Untuk diketahui, dalam tahapan debat publik pendalaman visi misi pertama ini, KPU menghadirkan lima orang panelis. Mereka adalah Prof Dr Lili Romli dari LIPI, Dr. Gun Gun Heryanto dari UIN Syarif Hi­dayatullah, Dahnil Anzar Simanjun­tak dari Untirta, Prof Mustafa Kamil yang tak lain Rektor Unis, dan Endah Sricahyani Sucipto atau yang lebih dikenal dengan nama Yeni Sucipto dari Fitra. Acara debat ini pandu oleh host Ratna Dumila.

Beberapa pertanyaan yang dis­ampaikan oleh panelis di antaranya menyangkut upaya peningkatan ke­sejahteraan, sektor fiskal khususnya serapan anggaran hingga pemaparan mewujudkan masyarakat yang bera­khlaqul karimah.

Hadir pula dalam kegiatan dian­taranya Ketua KPU Provinsi Banten beserta jajaran, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), serta jajaran Komisioner KPU dan Panwaslu Kota Tangerang, Ketua KPU Kabupaten Tangerang dan para pendukung paslon. Kegiatan tersebut mengusung tema “Tata Ke­lola dengan Baik dan Bersih dalam Kerangka Otonomi Daerah”. Kegiatan difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang seb­agai penyelenggara Pilkada 2018.

Ketua KPU Kota Tangerang, Sanusi mengatakan, kegiatan ini merupak­an tugas KPU sebagaimana diama­nahkan PKPU No 4 / 2017. “Sengaja kami siarkan secara langsung debat ini, agar masyarakat Kota Tangerang pada umumnya dapat menyaksikan visi dan misi pasangan calon Waliko­ta dan Wakil Walikota,” kata Sanusi, dalam sambutannya.

Dilanjutkan Sanusi, tentu banyak yang bertanya-tanya kenapa debat publik ini tetap dilaksanakan padahal hanya satu paslon, kata Sanusi, hal itu merupakan amanah yang juga di­jalankannya sesuai PKPU No 14 / 2015, sebagaimana telah diubah dengan PKPU No 13 / 2018, tentang pemili­han Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota. “Dengan debat ini, kami berharap masyarakat Kota Tangerang dapat menilai dan menen­tukan pilihannya di hari pencoblosan pada Rabu, 27 Juni 2018 mendatang,” terang Sanusi. “Kami juga mengu­capkan terima kasih kepada seluruh warga Kota Tangerang, karena sampai hari ke 59 masa kampanye ini, suasa­na di Kota Tangerang tetap aman dan kondusif,”ucapnya. (made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.