Kerap Diledek, Kentut Ganti Nama

TANGERANG, SNOL—Gara-gara naman­ya seringkali jadi bahan olok-olokan, seorang guru ngaji mendatangi Penga­dilan Negeri Tangerang, Senin (16/4). Pria bernama Kentut itu mengajukan permintaan mengubah nama menjadi Ihsan Hadi.

Kentut mengaku sudah sejak lama mendapat perlakuan tidak menyenang­kan dari akibat namanya. Perlakuan tersebut bahkan diterima pula oleh anak Kentut yang mendapatkan cemoo­han dari kawan-kawannya.

“Saya mengganti identitas agar tidak menjadi olok olok teman, terlebih anak saya perempuan. sering kali diejek oleh teman teman sekolahnya,” kata Kentut di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (16/4).

Menurut dia tidak sesekali putrinya yang masih sekolah menjadi bahan ce­moohan. Dirinya pun sering mendapati anak kesayangannya itu tengah mengu­curkan air mata.

“Putri saya sering menangis dan mengurung diri di kamarnya karena malu diejek. Pernah waktu itu anak saya engga mau sekolah karena terus menerus diejek Kentut sama teman temannya,”katanya

Sudah sejak lama beban moral ini dirasakan oleh dia dan keluarga. Dia mengaku sejak 2008 lalu dirinya merasa sangat tersakiti oleh warga yang sema­kin menjadi.

“Pernah satu RW saya diejek oleh orang orang dan di kecamatan pernah diomelin karena disangka bercanda menyebut nama saya. Yang tidak akan saya lupa adalah waktu pengurusan di disdukcapil karena semua petugas di sana menertawakan nama saya,” kata Kentut.

Lelaki yang juga berprofesi sebagai penjual mie ayam ini seolah terbiasa menerima ejekan tersebut. Bahkan saat hakim Ketua Pengadilan Negeri Tangerang menanyakan terkait permo­honannya tersebut sempat tersenyum – senyum menahan tawa.

“Sudah biasa mas, saya sudah biasa diejek kayak gini ya sudahlah tidak apa – apa,”kata Kentut.

Rebo, paman Kentut, menjelaskan, saat lahir keponakannya memang sen­gaja diberi nama tersebut lantaran kedua orangtuanya kurang memahami dampak yang akan ditimbulkan di masa mendatang.

“Namanya juga orang di kampung, dan waktu itu orangtuanya asal mem­beri nama sehingga waktu meleng­kapi administrasi kependudukan kedua orangtuanya tersebut menye­but Kentut sebagai nama dari anaknya tersebut,”kata Rebo.

Ia menuturkan, Kentut yang tiap hari mengajar ngaji kepada warga sekitar tersebut perlu mengganti namanya lan­taran ia menilai keponakannya itu telah menjadi panutan warga.

“Memang saat ini warga telah ber­henti mengejek Kentut. sudah bosAn mungkin. sekarang kentut adalah pa­nutan karena dia seorang ustadz,”tukas Rebo. (iqbal/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.