Mega Proyek Waduk Karian Mandek

Pjs Bupati, Kumpulkan Pejabat, Bahas Kelanjutan Pembangunan

RANGKASBITUNG, SNOL—Rencana pembangunan Waduk Karian di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbi­tung, Kabupaten Lebak, hingga saat ini mandek. Pemerintah terkendala sulitnya pengadaan lahan untuk mega proyek yang dinawacitakan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Asisten Daerah (Asda) I Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Al­kadri menjelaskan akibat sulitnya pengadaan lahan  tersebut berdam­pak pada molornya waktu pengerjaan. Sehingga keinginan Presiden RI Joko Widodo agar waduk tersebut bisa sele­sai di tahun 2019 nanti terancam sulit dicapai.

Alkadri mengaku saat ini mengaku jika Pjs Bupati Lebak, Ino S Rawita telah mengumpulkan pejabat terkait dalam mega proyek waduk karian tersebut untuk duduk bersama mem­bahas kendala yang terjadi di proyek nasional tersebut.

Akadri menjelaskan, luasan area yang dibutuhkan keseluruhan 2.226,44 hektar. Sampai dengan 2018 baru terse­lesaikan 47,37 persen terdiri dari luas lahan tubuh bendungan 42,71 hektar dari luas rencana 47,7 hektar, kemu­dian luas lahan genangan dari rencana 2.146,06 hektar baru selesai 991,46 hektar dan tempat menambang enda­pan dan jalan sambungan baru dari luas rencana 32,68 hektar baru terealisasi 20.542 hektare.”Jadi masih ter­sisa seluas 1.171,97 hektar  dari kebu­tuhan seluas 2.226,44 hektar. “Hal ini terjadi karena belum ada pembayaran lanjutan pengadaan lahan yang signifi­kan. Sehingga pengadaan lahan untuk Waduk Karian di tahun 2017 berjalan Mandek. Tak ada progres nambah lua­san area dari semenjak sosialisasi lan­jutan pembebasan lahan di Agustus 2017 lalu,”kata Alkadri, Selasa (17/4).Menurutnya, luas area genangan yang dibutuhkan 2.146,06 hektar. Sam­pai dengan bulan Februari 2018 baru 2.146,06 hektar. Dengan demikian, karena area genangan ini yang harus segera diselaikan, karena sisa kekurangannya masih luas, sampai  1.154,6 hektar maka ini harus segera disele­saikan. Namun, jika ini tidak segera dibahas pengerjaan proyek pembangunan Waduk Karian akan berjalan mundur, lebih lama dari yang sudah ditargetkan.”Proyek pembangunan waduk ditargetkan selesai sekitar Juni 2019, jika terealisasikan pengadaan lahan berjalan lancar. Bila saat ini saja belum sampai 50 persen maka di­mungkinkan tidak akan selesai 2019,” paparnya.

Pjs Bupati Lebak, Ino S Rawita saat disinggung apa yang menjadi fak­tor utama penyebab mandeknya pengadaan lahan karena belum sele­sainya penghitungan tegakan di atas lahan pertanian serta adanya peruba­han skema pembayaran yang dike­luarkan oleh Kementerian Keuangan RI.”Sudah kita bahas tadi, dan benang merahnya sudah kita temukan. Me­mang untuk saat ini ada kendala dalam pengukuran tanah yang belum selesai. Namun, untuk pengerjaan nya ma­sih dilakukan, dan kita berharap pada 2019 proyek itu bisa diselesaikan dan bisa dinikmati masyarakat Kabupaten Lebak dan masyarakat di luar Kabu­paten Lebak,”ujarnya.

Sementara itu Kepala BPN Adi Muchtadi menambahkan, un­tuk persoalan ini khususnya di Satgas Yuridis yang merupakan ganti rugi tanaman BPN belum memiliki data lengkap, jadi BPN belum bisa mengumumkan tapi untuk pengukuran di wilayah lainnya sudah.”Tadi sudah kita bahas bersama dengan satgas lain­nya, agar mega proyek ini bisa selesai sesuai target,”pungkasnya.(mulyana/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.