Polda Sita Ratusan Botol Miras Oplosan

Berlabel Impor

KOTA SERANG, SNOL– Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten berhasil mengungkap kasus miras oplosan dengan kemasan produk impor palsu. Pada saat melakukan penggerebekan sebuah kamar kos-kosan di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kota Cilegon yang dijadikan tempat penyimpanan miras oplosan, Senin (17/4) malam.

Dari hasil penggerebekan, polisi menyita 152 botol miras impor palsu yang merupakan hasil miras oplosan. Penggerebekan miras tersebut langsung dipimpin oleh Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Banten AKBP Supangkat.

Penggerebekan berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB itu berhasil mengamankan dua orang yag diduga sebagai pemilik. Keduanya tengah menjalani pemeriksaan di Polda Banten. “Masuk kategori oplosan karena bukan buatan pabrik,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, Kombes Pol Yohanes Hernowo di Mapolda Banten, Rabu (18/4).

Pengungkapan kasus miras import palsu tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang diterima petugas. Informasi tersebut kemudian dilakukan penyelidikan ke lapangan. “Ada dua orang yang diamankan. Keduanya pengangguran yang sudah setahun menjual miras tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan barang bukti yang diamankan, miras impor palsu tersebut berlabel Chivas, Jack Daniels, Black Label dan merek lainnya. Miras tersebut diperoleh kedua pelaku dari pemasok yang berada di Jakarta. “Beli di Jakarta. Belum sempat diedarkan,” ucapnya.

Menurut pengakuan kedua pelaku, miras tersebut dijual kepada konsumen melalui pesanan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga yang sebenarnya. “Kalau harga asli nya itu sekitar satu setengah jutaan dia jual seratus ribu sampai lima ratus,” ucapnya.

Yohanes menjelaskan kedua pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka. Kasus miras tersebut masih dalam proses pemeriksaan saksi. Kedua pelaku terancam dengan Pasal 141 juncto Pasal 89 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan  yang ancaman pidananya selama dua tahun dan denda maksimal Rp 4 miliar. “Belum tersangka karena masih didalami dulu. Tidak ditahan (keduanya), kecuali mengakibatkan orang yang meninggal sumbernya dari dia (miras oplosan),” ujarnya. (bnn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.