Keterbatasan Pokja Hambat Percepatan Lelang

Wabup Intensifkan Pemantauan Proses Lelang di ULP

PANDEGLANG,SNOL–Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang, Tanto Warsono Arban tidak menyangkal, lelang proyek pembangunan yang saat ini sedang di­garap oleh Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pandeglang, tidak sesuai harapan yang sudah diren­canakan. Oleh karenanya, ia selalu me­mantau perkembangan proses lelang tersebut.

Ia juga menyebut, sudah memerin­tahkan Sekretaris Daerah (Sekda) agar memimpin langsung proses pemantau­annya secara rutin. Kemudian, hasilnya dilaporkan kepadanya (Wabup) dan Bupati. “Tadi juga Aa (Tanto,red) sudah komunikasi   dengan pak Sekda. Kami rutin memantau langsung, dan evalu­asi. Jadi, kendalanya memang ada di Pokja. Karena, dengan jumlah 202 pa­ket pekerjaan yang diurusi oleh hanya empat Pokja, membuatnya kewalahan,” kata Tanto, saat ditemui di ruang ker­janya, Selasa (24/4).

Idealnya lanjut Waabup, harus ada 10 Pokja. Tapi, dikarenakan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan ang­garan ULP, menjadi alasan utama yang menghambat untuk mewujudkannya. Paling juga kata Tanto, agar dapat cepat diselesaikan lelang proyek itu, pihaknya minimal bakal menambah satu Pokja lagi.

“Sebetulnya, progres lelang saat ini belum sesuai harapan. Yang kami ha­rapkan dari 202 paket lelang ini, dimu­lai dari pembuktiannya. Pengumuman pemenang dan sebagainya, diumum­kan di akhir bulan ini (April). Karena dilihat ada problem tersebut, mungkin agak mundur sedikit,” terangnya.

Kondisi itu tambah Tanto, tidak akan dilepas begitu saja. Ia bersama jajaran­nya, akan terus melakukan peman­tauan dan desakan agar lelang segera diselesaikan. Karena ia juga sangat ti­dak menginginkan, penyakit tahun lalu kembali terulang.

“Dari awal kami terus memantaunya. Karena, kami tidak mau adanya kejadi­an seperti tahun lalu, ada kontrak ter­hambat, dan pemalsuan persyaratan. Makanya, ULP saat ini akan lebih detail menelaah persyaratan semua pengusa­ha,” pungkasnya.

Sementara, Kepala ULP Pandeglang, Nunung Fauzi menyatakan, bahwa le­lang proyek saat ini sudah memasuki pada pembuktian. Intinya kata Nunung, yang terpenting pelaksanaan pekerjaan di tahun 2018 tidak mengalami keter­lambatan dan penyerapan anggaran­nya bagus.

“Sebetulnya keterlambatan kami itu, karena sekarang ini kami kerja lebih detail dalam meneliti persyaratan le­lang yang diajukan pengusaha kepada kami. Seperti, dukungan-dukungan kami periksa keasliannya dan fatanya ada atau tidak seperti dukungan alat, ada tidak alatnya. Semua itu mengacu pada aturan yang berlaku,” imbuhnya. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.