Warna Jas Bikin Paripurna Panas

CILEGON, SN—Rapat paripurna istimewa DPRD Cilegon yang mengagendakan Penyampaian Surat Keputusan DPRD tentang Rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Cilegon tahun 2017, pada Rabu (2/5) sempat berlangsung panas. Kondisi memanas tak lama sesaat Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Cilegon, Aam Amarulloh baru memulai pembacaan rekomendasi DPRD hasil kerja pansus ke Pemkot Cilegon. Jas berwana putih yang tengah dikenakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini diduga menjadi pemicunya yang sontak langsung mengundang protes Wakil Ketua DPRD Cilegon, Nana Sumarna. “Interupsi. Berhenti, turun ! Ini rapat paripurna istimewa DPRD, gunakan (warna-red) jas nasional,” ujar Nana dengan nada lantang seraya memukul meja dan memerintahkan Aam turun dari podium. Suasana ruang rapat paripurna pun sempat terhenti sejenak. Volume suara yang kencang dari Nana bahkan sempat mengundang reaksi dari beberapa anggota DPRD lainnya, salah satunya yakni dari Isro Mi’raj yang meminta seluruh pihak menghargai suasana sidang paripurna, termasuk Nurrotul Uyun, rekan satu partai Aam yang semula akan meninggalkan ruangan sidang. “Baik saya kira rapat akan diambil alih oleh pimpinan DPRD. Bahwa ini adalah rapat paripurna istimewa, sesuai tatib kita tentunya pakai jas nasional. Untuk itu Ketua Fraksi PKS untuk mengingatkan, di samping nanti Badan Kehormatan menindaklanjuti,” sela Ketua DPRD Cilegon, Fakih Usman Umar. Meredam situasi yang memanas, rekan satu partai Aam, Abdul Ghoffar yang turut hadir dalam paripurna itu segera mengambil langkah cepat. Ketua DPD PKS Cilegon ini dengan sigap melepas jas hitam yang ia kenakan, dan menukarnya dengan jas yang tengah dikenakan Aam di ruang transit, ruang yang terdapat di belakang ruang rapat paripurna. “Mohon maaf pimpinan, dalam undangan yang kami terima di situ hanya menyebutkan penggunaan jas, tanpa ada keterangan warnanya,” ucap Nurrotul Uyun dalam interupsinya sebelum paripurna dilanjutkan. Sementara, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Cilegon, Nurrotul Uyun mengaku teguran keras Wakil Ketua DPRD Cilegon, Nana Sumarna kepada Wakil Ketua Fraksi PKS Aam Amarulloh lantaran diduga menggunakan jas partai terlalu berlebihan di saat sidang sedang berjalan. “Tidak ada logo PKS pada jas yang digunakan Pak Haji Aam. Itu hanya warna putih dan ada di lehernya ada list hitam dan kuning saja, tidak ada logo atau pun tulisan sama sekali. Dan dalam undangan yang kami peroleh dari Setwan pun (disarankan) menggunakan PSL (Pakaian Sipil Lengkap). (Teguran keras Nana Sumarna) Sampaikanlah dengan cara yang baik, ini adalah forum yang sangat terhormat. Dan kami pun sangat menghargai segala sesuatu yang berawal dengan sebuah kebaikan,” ujarnya. Uyun mengaku menghadapi situasi tersebut, semula ia bersama tiga anggota fraksinya yang lain berniat untuk walk out, sebagai sikap dengan meninggalkan arena sidang paripurna. Namun demikian, Uyun berharap agar insiden itu dapat dijadikan introspeksi semua pihak yang mengikuti prosesi sidang paripurna. “Saya sudah mengklarifikasi, bahwa ini tidak ada pelanggaran sesungguhnya. Kecuali ada logo dan tulisan partai, baru itu salah. Penggunaan jas itu adalah inisiatif Pak Aam, kecuali itu ada tulisan dan logo partai, saya tentu orang pertama yang akan menegur,” katanya. (bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.