Kasus HIV/AIDS di Pantura Melonjak Drastis

TANGERANG,SNOL—Komisi Penang­gulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang memprediksi jumlah penularan HIV/AIDS di wilayah Ka­bupaten Tangerang akan terus me­ningkat. Peningkatan yang paling diprediksi akan terjadi di sepanjang wilayah pesisir Pantura Kabupaten Tangerang.

Pengelola Program Komisi Pen­anggulangan AIDS (KPA) Kabu­paten Tangerang Eko Darmawan menjelaskan dari data yang dimiliki KPA Kabupaten Tangerang, hingga akhir bulan April 2018 lalu saja ter­catat sudah ada 464 temuan kasus HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Tangerang. Padahal sepanjang ta­hun 2017 lalu tercata hanya ada 232 temuan kasus saja.

Dari jumlah tersebut lanjut Eko, memang hingga saat ini Kecamatan Cikupa masih menjadi kecamatan yang paling banyak temuan kasus, hanya saja jika dilihat dari lonjakan kasus, kecamatan-kecamatan di wilayah Pantura mengalami pen­ingkatan yang cukup signifikan jika dibanding daerah-daerah lain di Kabupaten Tangerang. “Kecamatan Pasar Kemis menjadi wilayah yang persentase peningkatannya paling signifikan,” ujar Eko.

Menurut Eko, pihaknya meyakini lonjakan peningkatan temuan kasus HIV/AIDS di wilayah Pantura khu­susnya di Pasar Kemis tersebut akibat peningkatan jumlah hotspot (lokasi rawan) HIV/AIDS yang meningkat pesat. Hotspot tersebut berupa panti pijat, lapo-lapo serta warung-warung yang menyediakan karaoke.

Selain itu lanjut Eko, dampak ditu­tupnya lokalisasi Dadap juga mem­buat hotspot bertambah banyak. Pasalnya para PSK yang biasanya mangkal di Dadap kini mulai mener­ima tamunya langsung di kosan atau kontrakannya sendiri yang tersebar di wilayah Pantura.

Sementara itu aktivis KPA Ka­bupaten Tangerang lainnya Hadi Irawan menjelaskan untuk mence­gah sekaligus penanganan melon­jaknya kasus HIV/AIDS ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah menambah 4 klinik PDP (Per­awatan Dukungan Pengobatan) HIV/AIDS yakni di Puskesmas Kosambi, Puskemas Mauk, RSU Pakuhaji dan Puskemas Jambe.

“Untuk Jambe memang dibutuh­kan karena untuk melayani kebutu­han pengobatan bagi napi di Rutan Jambe,” jelasnya.

Selain itu Hadi berharap adanya peningkatan keperdulian aparatur kecamatan terkait lonjakan kasus HIV/ AIDS ini dengan semakin sele­ktif dalam pemberian izin bagi usaha yang dinilai bisa terindikasi menjadi hotspot HIV/AIDS. “kami berharap keperdulian dari aparatur kecamatan agar kasus HIV/AIDS ini tidak sema­kin melonjak,” pungkasnya. (imron/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.