Pabrik Furniture Ludes Terbakar

Petugas Gabungan Padamkan Api Selama 18 Jam

RANGKASBITUNG,SN–Ruang produk­si PT Seijin, di Jalan Cikande-Rangkas­bitung tepatnya di Kampung Nameng, Desa Sukamanah, Kecamatan Rang­kasbitung, terbakar, sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (22/6) lalu.

Kebakaran pabrik yang memproduksi furnitur tersebut, diduga akibat gesekan kayu yang baru di oven dari sebuah me­sin pengopenan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, pe­rusahaan tersebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun, kebakaran yang diduga akibat tumpukan bahan furnitur yang sudah dilakukan pengovenan oleh karyawan tersebut, terjadi sekitar pukul 22.00 Wib. Karena mate­rial yang berada di pabrik tersebut mu­dah terbakar, maka dari itu api dengan cepat membakar semua bahan furnitur yang sudah dilakukan pengovenan.

Petugas gabungan dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabu­paten Lebak, Pandeglang, serang, ang­gota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan anggota Polres Lebak berusaha memadamkan api yang sudah membesar itu. Api, yang su­lit dipadamkan karena bahan material furnitur yang mudah terbakar tersebut baru bisa dipadamkan 18 jam kemudi­an menggunakan 10 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dan satu unit water canon dari Polres Lebak.

Koordinator Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Lebak, Anna Wahyudin mengatakan, api yang terus membe­sar menyulitkan petugas untuk memadamkan api. Padahal, ada 10 unit Dam­kar yang diterjunjan namun banyaknya bahan material yang mudah terbakar sehingga membutuhkan waktu lama untuk memadamkan api tersebut.

“Dari Kita (Damkar-red) itu sebanyak tiga unit ditambah 1 Water Canon dari Polres Lebak, tapi api tetap tidak bisa dipadamkan sehingga kita koordinasi dengan Satpol PP di luar Kabupaten Lebak, dan alhamdulillah ada 8 unit damkar dan 18 jam api baru bisa dipad­amkan,” kata Anna Wahyudin.

Menurut Anna Wahyudin, akibat ke­bakaran yang menghanguskan bahan pembuatan furnitur tersebut, diperki­rakan mencapai miliaran. Karena banyak sekali yang terbakar. ”Kalau jumlah rilnya kita belum tahu, tapi yang jelas diperkiran mencapai miliaran,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi menambahkan, setelah mendapat laporan terjadinya keba­karan dan kekurangan mobil damkar, pihaknya langsung menerjunkan satu unit mobil pembawa air bersih untuk membantu memadamkan api yang membakar PT Seijin tersebut.

“Satu damkar dan beberapa anggota kita terjunkan, dan api sudah bisa di­padamkan walaupun membutuhkan waktu lama,” pungkasnya. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.