Pajak Sarang Burung Walet Tak Ada Pemasukan

BP2D Klaim Pendapatan Pajak  Semester I Lebihi Target

PANDEGLANG,SNOL-Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kabupaten Pandeglang menegaskan, hingga kini pajak dari usaha sarang burung walet tak ada pemasukan. Namun demikian, dari jumlah 8 jenis pajak sifat asessmen pada semester per­tama di Tahun Anggran (TA) 2018 yakni, pajak hotel, restoran, hiburan, penerangan jalan, parkir, min­eral dan batuan bukan logam dan BPHTB, sudah melebihi target yang ditetapkan.

Kepala BP2D Kabupaten Pande­glang, Utuy Setiadi menyatakan, tar­get pajak sifat asessmen yang mesti dicapai olehnya di semester perta­ma TA 2018 ini, harus mencapai 50 persen. Dari target itu, ia meng­klaim berhasil melebihi target yakni mencapai Rp. 11.962.056.166  atau 50,48 persen.

“Walau dari satu jenis pajak yakni pajak sarang burung walet tidak ada pemasukan sama sekali, kami mam­pu melebihi target yang sudah di­tentukan pada TA 2018 . Seharusnya mencapai 50 persen, saat ini kami mampu mendongkrak hingga men­capai 50,48 persen,” kata Utuy, Selasa (10/7).

Tidak tercapainya pajak sarang burung walet, menurut mantan Asda I Setda Pandeglang ini, dikare­nakan kondisi sarang burung walet banyak yang terbengkalai. Hal itu katanya, diakibatkan biaya produksi lebih tinggi dibandingkan penghasi­lan yang dicapai oleh pengelola sa­rang burung walet tersebut.

“Walau pajaknya tidak ada pema­sukan, kami tidak akan menghapus­kan pajak tersebut. Karena sarang burung walet itu musiman harganya, dan tidak menutup kemungki­nan suatu saat bakal ada penghasi­lan kembali. Makanya untuk saat ini target pajak burung walet itu kecil, kalau harganya melambung lagi pasti akan dinaikan lagi targetnya,” terangnya.

Supaya penarikan pajak lebih optimal lagi tambah Utuy, pi­haknya bakal menggali lagi poten­si-potensi pajak yang ada di Kabu­paten Pandeglang. Ia juga bakal menggencarkan kembali sosialisa­si, hal itu untuk menyadarkan para wajib pajak pentingnya membayar pajak.

“Jadi kami tidak akan membiar­kan potensi pajak yang ada, pasti akan terus kami gali. Karena pajak ini untuk kepentingan pembangu­nan Kabupaten Pandeglang, maka dari itu kami harapkan semua wa­jib pajak agar bisa membayarkan pajaknya,” pungkasnya.

Kepala Sub Bidang Pemeriksaan dan Pembukuan BP2D Pandeglang, Wawan Setiawan menambahkan, dari 8 jenis pajak yang paling besar capaian targetnya itu pajak BPHTB yakni mencapai 66,87 persen. Yang paling kecil atau tidak ada sama sekali, pemasukan itu pajak sarang burung walet.

“Dari total 50,48 persen, masing-masing presentasenya yakni, pa­jak hotel mencapai 41,82 persen, restoran 48,43 persen, hiburan 17,66 persen, penerangan jalan 48,88 persen, parkir 26,83 persen, sarang burung walet 0 persen, mineral dan batuan bukan logam 24,50 persen, dan BPHTB paling besar mencapai 66,87 persen,” terangnya. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.