Rumah dan Musala Rusak Akibat Gempa

Di Desa Girimukti Kecamatan Cilograng

CILOGRANG,SNOL–Setalah delapan hari lalu, tepatnya pada Sabtu (8/7) terjadi akibat guncangan gempa bumi berukuran 2.5 SR, sekitar pu­kul 11.24 Wib, dan gempa susulan berukuran 4.5 SR, sekitar pukul 12.18 Wib, dengan kedalam 6 Kilo­meter, dengan jarak 43 Km Tenggara Lebak-Banten, Sabtu (7/7), yang mengakibatkan sebanyak 6 unit rumah dan 1 mushola rusak berat, dan 37 unit rumah dan 2 mushola rusak ringan di Kecamatan Cibeber, serta Cilograng. Kembali, terjadi di­perairan Lebak Selatan berkekuatan 4,8 skala richter.

Bahkan akibat gempa tersebut se­banyak sembilan rumah mengalami rusak ringan di Desa Girimukti, Ke­camatan Cilograng, sekitar pukul 14.26 Wib, Minggu (15/7).

Kepala Pelaksana Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Kaprawi mengatakan, dari sembilan rumah warga yang terdam­pak gempa pada hari Minggu, yaitu milik Usup (45), Eman (42), Ujat Mu­najat (47), Dulmanaf (50), Yusuf (24), Mujaya (40), Sukri (40), serta Juarta (50).

“Setelah satu hari terjadi gem­pa, kami langsung menugaskan sejumlah relawan BPBD Lebak menuju Desa Girimukti, Cilo­grang untuk mendata ulang jum­lah rumah, sekaligus menyerah­kan berbagai jenis bantuan yang dibutuhkan para pemilik rumah yang rusak,” kata Kaprawi, Senin (16/7).

Ditambahkannya, berdasarkan in­formasi resmi yang terima pihaknya dari Badan Meterologi Klimatolo­gi dan Geofisika (BMKG), bahwa kekuatan gempa pada Minggu (15/7) sore tersebut yaitu 4,8 skala richter. Mengingat getaran gempa terebut dinilai cukup kencang dirasakan masyarakat di Kecamatan Cilograng, maka pada saat itu, warga sempat menyelamatkan diri.

“Setelah gempa terjadi, tidak ada satupun warga yang menjadi korban. Namun setelah kami pantau sacara langsung ke Cilograng, hanya sem­bilan rumah dan satu mushola saja yang mengalami kerusakan ringan,” terangnya.

Kepala Seksi (Kasi) Kesiapsiagaan BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengharapkan kepada masyarakat Cilograng, serta masyarakat di Lebak Selatan pada umumnya, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.”Kami ti­dak tahu apakah esok lusa akan terjadi gempa lagi, makanya kita harus tetap waspada,” harap Febby. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.