Kreditur Memindahtangankan Motor Kreditan Terancam Pidana

CIKUPA, SNOL—Perusahan leasing PT Federal International Finance (FIF) Cabang Cikupa, mengin­gatkan kepada masyarakat yang menjadi kreditur untuk melek dan sadar akan hukum. Kreditur dim­inta untuk tidak memindahtan­gankan karena bisa dijerat pidana.

“Saya berharap masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang tidak me­mindahkan obyek yang ia kredit ke perusahaan yang berbasis fi­nance ke tangan orang ketiga atau pihak ketiga,” tegas Sabar Tambu­nan selaku Kepala Bagian Recov­ery Perusahan leasing PT FIF Ca­bang Cikupa kepada Satelit News, Senin (16/7).

Sabar mencontohkan pada 2017 lalu, pihaknya tertimpa sebuah kasus penangguhan jaminan fi­ducia yang telah dilakukan oleh salah satu konsumen berinisial AH (27). Saat itu, dengan sengaja AH memindahtangankan mo­tor yang ia kredit ke pihak ketiga tanpa persetujuan dan konfirmasi terlebih dahulu kepihaknya.

Sabar mengatakan, sebenarnya pihaknya telah mencoba jalur kekeluargaan, hanya saja karena tak ada niat baik dari pelaku, pi­haknya terpaksa melaporkannya ke aparat kepolisan dan sesuai dengan ‘Petikan Putusan’ Pen­gadilan Negeri Tangerang, No­mor:845/PID.B/2018/PN.TNG. AH dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tin­dak pidana “jaminan fiducia” dan divonis penjara selama 1 tahun, “Obyek yang ia beli di kami ma­sih dalam status cicilan, dan AH menggadai kembali obyek tersebut ke pihak ketiga dan tidak ada ni­atan pula untuk melunasi sisa cici­lannya. Lalu kami melaporkan hal tersebut ke Polsek Panongan untuk ditindak lanjuti sebagai sebuah ka­sus tindak pidana,” imbuhnya.

Sabar berharap dengan adanya kasus tersebut, masyarakat lebih melek mata lagi akan hukum. Pas­alnya saat ini, kebanyakan pan­dangan masyarakat kasus jami­nan fiducia itu hanya merupakan kasus hukum perdata, padahal kasus jaminan fiducia ini pun bisa menjadi sebuah kasus pidana yang bisa diperkarakan pihak FIF.

“Saya ingatkan, jika kasus jami­nan fiducia itu bisa diperkarakan ke dalam hukum pidana. Untuk itu saya berharap kepada seluruh debitur mempunyai komitmen terhadap MoU yang telah dibikin dan disepakati oleh kedua belah pihak,” tegas Sabar.

Untuk diketahui, PN Tangerang pun memutuskan memvonis ter­dakwa AH dengan Pasal 36 UURI No.42 Tahun 1999, serta peraturan perundang-undangan dengan hu­kuman penjara 1 tahun.

Sementara itu, Kapolsek Panon­gan Polresta Tangerang AKP Trisno Tahan Uji membenarkan kejadian yang dialami AH. “AH terbukti bersalah dan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri dia terjerat tindak pidana hukuman 1 tahun penjara,” pungkasnya. (hendra/aditya)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.