Universitas Padjadjaran Fun Bike 2018 Gaungkan Asian Games di Tanah Pasundan

JAKARTA, SNOL—Ajang sport tourism Universitas Padjajaran Fun  Bike 2018 lagi-lagi menjadi ujung tombak untuk mendukung kepariwisataan. Bahkan areanya kini lebih luas dengan sukses mengkumandangkan promosi Asian Games yang akan digelar bulan Agustus 2018, mendatang.

Hal tersebut yang ditegaskan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika pada Kabinet Kerja 2014-2019 Rudiantara dalam acara pembukaan event tersebut, 14 Juli 2018 yang lalu. Acara yang didukung oleh Kementerian Pariwisata itu juga dihadiri oleh wakil dari Kemenpar Florida Pardosi.

“Ini adalah momentum kita dalam membangun semangat mendukung Asian Games. Memang tulisannya saja Asian Games Jakarta dan Palembang, namun perlu kita ingat, bahwa Jawa Barat juga kebagian beberapa venue. Itu artinya, kita sebagai warga Jawa Barat harus ikut mensukseskan Asian Games,” ujar Menterj Rudiantara.

Seperti diketahui, event yang diikuti oleh ribuan peserta itu merupakan besutan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD). Ketua pelaksana kegiatan, Ari Wibowo mengatakan, Padjadjaran Fun Bike 2018 digelar untuk menyalurkan hobby para pencinta olahraga khususnya bersepeda. Selain itu untuk mempererat tali silahturahmi antar alumni dan seluruh civitas akademik Universitas Padjadjaran.

“Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, salah satunya Kementerian Pariwisata sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” kata Ari Wibowo. Memang, senada dengan Kemenpar bahwa saat ini sedang terus mempromosikan Asian Games.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo meminta seluruh lapisan masyarakat menggaungkan Asian Games 2018. Termasuk kementerian dan lembaga negara. Sebab pelaksanaan pesta olahraga terbesar di Asia sudah semakin dekat.

Deputi Pemasaran 1 Kemenpar I Gde Pitana juga meminta kepada semua pihak untuk mengkumandangkan hal ini di sosial media. Pitana mengajak netizen dan Generasi Pesona Indonesia di 25 provinsi untuk berpartisipasi. Turut memeriahkan fans games dan lomba video Pesona Asian Games 2018 yang juga merupakan program Kemenpar.

“Kami berharap semua aktif di sosial media dengan nuansa Asian Games,” kata Pitana yang juga diamini Kepala Bidang Area Jawa Wawan Gunawan.

Pengaruh media sosial juga digaungkan. Dengan taggar #PesonaAsianGames2018 #PesonaVideoAG2018 #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia #Genpi agar masyarakat Indonesia bisa demam Asian Games. Termasuk di dunia maya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, pesta olahraga empat tahunan itu memiliki tiga poin penting. Yang pertama pelaksanaan Asian Games ke-18 akan menghabiskan masa tinggal baik atlet, official hingga penonton di Indonesia selama 43 hari. “Selama 43 hari Indonesia akan kedatangan 15.000 atlet dan official dari 45 negara. Mereka terdiri dari  40 cabang olahraga, 67 disiplin pertandingan, 463 nomor pertandingan, 2 cabang olahraga eksebisi,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Kedua, lanjut Menpar Arief, Menteri Arief Yahya direct Impact Asian Games itu penting, tapi yang paling penting adalah Media Valuenya. Oleh sebab itu, selama ini Kemenpar selalu mengeluarkan biaya media yang lebih tinggi daripada biaya event.

“Dukungan akan diberikan Kementerian Pariwisata dalam Sport Activity atau Sport Tourism. Sebelum Asian Games, Kemenpar juga mendukung pelaksanaan MotoGP. Kemenpar mendukung karena direct impact-nya besar. Akan tetapi, yang lebih tinggi dari itu, adalah media valuenya. Karena, event seperti Asian Games dan MotoGP disiarkan ke ratusan negara,” paparnya.

Dijelaskan Menteri Arief, sport tourism event tidak bisa berdiri sendiri. “Revenue event olah raga terdiri dari beberapa hal. Seperti 60% dari TV broadcasting, 30% souvenir atau merchandising, 10% tiket sales. Asian Games akan diliput kurang lebih sabanyak 5.000 media, Serta akan disaksikan kurang lebih 5 Miliar penonton dunia” katanya.

Maka dari itu, Menpar Arief mendorong agar anggaran untuk promosi Asian Games ditingkatkan. Karena, target wisatawan di Asian Games sangat jelas. “Target Wisman untuk Asian Games 2018 terdiri dari atlet 10.000, ofisial 5.000, media 5.000, penonton 150.000. Total diperkirakan mencapai 170.000 Wisman,” ujarnya.

Selain itu, penerimaan devisa diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 3 Triliun. Dengan perhitungan Devisa Penonton 150.000 x US$ 1.200 atau sebesar US$ 180.000.000. Devisa Ofisial 20.000 x US$ 2.500 menjadi US$ 50.000.000. Dari kedua sumber itu, totalnya US$ 230.000.000. atau sekitar Rp 3 triliun.

Yang ketiga, yang paling penting itu diera digital saat ini ialah netizen. Indonesia saat ini berjumlah  265 juta penduduk. Sebanyak 132 juta orang terkoneksi internet. 130 juta bermain media sosial, 120 juta menggunakan gadget. (*/ip/dm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.