Satlantas Lebak Galakan Patroli Pakai Sepeda

Tekan Angka Lakalantas dan Meminimalisir Polusi Udara

RANGKASBITUNG,SNOL, Satuan Lalu­lintas (Satlantas) Polres Lebak, meng­galakan Transportasi Sehat Merakyat (TSM) dengan menggunakan sepeda. TSM yang merupakan program Korp Lalulintas Kepolisian RI tersebut, multi fungsi yaitu bisa digunakan untuk memberikan contoh kepada para pe­lajar menggunakan sepeda, untuk alat transportasi ke sekolah dengan tujuan, untuk menekan angka kecelakaan lalu­lintas terhadap pelajar yang selama ini kerap terjadi.

Demikian dikatakan Kepala Satlan­tas Polres Lebak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Riky Crisma Wardana, yang dite­mui saat memimpin patroli lalulintas, di Jalan Abdi Negara Rangkasbitung, Jumat (10/8).

Menurutnya, selain untuk memberi­kan contoh kepada pelajar dan peng­guna kendaraan roda dua lainnya. Bersepeda juga digunakan untuk ke­pentingan patroli, untuk pengamanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya di wilayah kota Rangkasbi­tung.

Selain hemat katanya, bersepeda ten­tu menjadikan tubuh sehat. Makanya, anggotanya yang bertugas di lapangan setiap Jumat menggunakan TSM, agar menjadi contoh masyarakat, khusus­nya para pelajar.

“Di Lebak, masih banyak pelajar yang menggunakan motor, sebagai alat trans­portasi ke sekolah. Namun, agar tidak membahayakan, serta tidak melang­gar aturan lalulintas, maka pihaknya memberikan contoh agar para pelajar mau menggunakan sepeda sebagai alat transportasi ke sekolah,” tambahnya.

Ditambahkannya, di pagi hari, akti­vitas di jalan raya khususnya di wilayah kota Rangkasbitung, cukup padat. Maka dari itu, dengan kepolisian ber­sepeda, maka pihaknya berharap bisa dicontoh oleh para pelajar yang selama ini masih menggunakan motor.

“Sejauh ini semua berjalan lancar. Anggota yang berpatroli menggunakan sepeda, ikut serta ketika melihat kondi­si macet untuk mengatur lalulintasnya,” tandasnya.

Kepala Urusan Pembinaan dan Oper­asional (Kaur Bin Ops) Satlantas Polres Lebak, Iptu Kusroin menambahkan, melalui program TSM ini, diharapkan bisa menjadi contoh positif bagi ma­syarakat. Agar membiasakan diri untuk menggunakan TSM, sekaligus mengu­rangi polusi.

Karena, selama ini pelajar yang menggunakan motor kerap memacu kendaraanya dengan kecepetan tinggi. Hal itu dapat mengancam keselamat­anya. “Program TSM yang kami lakukan ini, untuk mencegah dan meminimali­sir masyarakat menjadi korban lakalan­tas,” imbuhnya. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.