Masyarakat Adat Baduy Temui Wakil Bupati

Minta Perluasan Lahan Pertanian

RANGKASBITUNG,SNOL – Sejumlah masyarakat Adat Baduy, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, men­datangi kantor Bupati Lebak, Kamis (30/8). Kedatangan mereka, untuk me­minta pemerintah agar lahan pertanian di wilayahnya diperluas. Permintaan itu sangat berlasan, karena dengan semakin bertambahnya jumlah pen­duduk Baduy. Maka, lahan usaha khu­susnya di bidang pertanian, akan lebih bertambah.

Tokoh masyarakat (Tokmas) Baduy, Ayah Mursid yang hadir ke Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak didampingi mantan Menteri Luar Negeri, Hasan Wirayuda, kepada Wakil Bupati (Wabup) Lebak, Ade Sumardi menyampaikan, masyarakat Baduy bu­tuh lahan pertanian yang lebih luas.

Agar, para penduduknya yang terus bertambah. Bisa memiliki usaha me­lalui penggarapan pertanian. “Kami mengusulkan seluas 2000 hektar, un­tuk perluasan lahan pertanian. Hal itu kami usulkan ke Pemkab, karena untuk mendorong kesejahteraan masyarakat kami (Baduy,red) butuh perluasan tanah untuk digarap,” ujar Ayah Mursid.

Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi mengatakan, perluasan lahan perta­nian untuk masyarakat Lebak yang di­dalamnya-pun termasuk warga Baduy. Oleh karenanya, pernah diusulkan ke Pemerintah Pusat pada tahun 2016 lalu.

“Kami akan terus memperjuangkan usulan warga Baduy. Bahkan, apabila pemerintah pusat merealisasikannya, maka Pemkab-pun sangat menyetu­juinya,” kata Ade Sumardi.

Ditambahkannya, sebagian lahan di Baduy ada yang masuk ke wilayah Ta­man Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Sehingga, bila dipaksa untuk dijadikan lahan pertanian. Maka, dini­lai melanggar.

Maka dari itu, agar harapan ma­syarakat Baduy bisa memiliki lahan pertanian yang lebih luas. Maka, Pemkab akan kembali mengusulkan­nya ke Pemerintah Pusat. “Kami sangat mendukung keinginan warga Baduy, yang menginginkan lahan pertanian­nya diperluas,” tandasnya. (mulyana/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.