Puluhan Murid Keracunan Susu Basi

Di SD Taruna Bangsa Ciputat

CIPUTAT,SNOLSebanyak 30 mu­rid sekolah dasar (SD) Taruna Bangsa di Jalan Kayu Manis, kompleks Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, keracunan massal, Kamis (30/8). Mereka menge­luhkan sakit pada perutnya dan muntah-muntah usai meminum susu yang telah melewati batas kedaluarsa dari perusahaan pro­dusen susu.

Wakil Kepala Sekolah SD Su­listyaningsih, menuturkan ke­jadian bermula sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu pihak pro­dusen susu sebelumnya sudah berhubungan dengan pihak sekolah untuk datang dan mem­bagikan susu sample itu. Sekitar 120 siswa dari mulai kelas I – VI, meminum susu yang diberikan, setelah dibariskan di lapangan.

Pihak produsen memimpin pemberian susu yang bertulis­kan ‘Morinaga’ ‘Chil.go’ itu. Na­mun setelah lima menit kemu­dian, puluhan siswa alami mual dan muntah-muntah. “Setelah minum, lima menit kemudian mual-mual, muntah,” ujar Su­listyaningsih disekolahnya.

Dari 120 siswa, 30 siswa yang alami mual dan muntah. Pihak sekolah langsung men­ghubungi Puskesmas setempat meminta bantuan medis. “Ke­banyakan anak kelas IV, V, VI,” ujarnya.

Sejumlah petugas medis Puskesmas Gintung pun men­datangi sekolah beberapa saat kemudian, dan langsung melakukan penanganan medis. Setelah diperiksa pihak seko­lah, beberapa botol susu tertu­lis tanggal kadaluarsa pada 26 Agustus 2018, alias sudah kadaluarsa. Namun beberapa botol lain, ada juga yang tertu­lis tanggal kadaluarsa pada 26 September 2018.

Dia mengaku sebelum susu dibagikan, pihak sekolah sudah memeriksa beberapa susu yang diberikan. Namun pemeriksaan tidak dilakukan ke semua botol susu. Pihak sekolah pun men­gadukan kejadian itu ke Polsek setempat untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alex­ander Yurikho mengatakan, pihaknya telah memeriksa de­lapan orang terkait kejadian ini. “Saksi mata mulai dari guru, orang tua dan yang terlibat saat ini masih kami periksa,” kata Alex.

Pihaknya sudah mengamank­an barang bukti berupa sampel susu dan muntah anak-anak sekolah untuk diperiksa lebih lanjut. “Sampel susu juga sudah kami bawa untuk diperiksa di laboratorium kesehatan daerah kota Tangerang Selatan, mudah-mudahan besok bisa keluar hasilnya,” terangnya.

Penyelidikan awal, pihaknya juga mengonfirmsi hal kondisi susu yang kadaluarsa. “Hasil penyelidikan dari kami, yang tampak pada mata, pada bung­kus susu dari yang dikonsumsi anak didik, ada sebagian yang teridentifikasi, terindikasi telah expired, tertulis di bungkusan­nya sendiri,” ujarnya.

Selain pemeriksaan kepada sejumlah pihak, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari mulai botol susu ke­masan, hingga muntahan siswa yang alami keracunan. “Yang kami amankan adalah muntah­an, muntahan dari anak didik, bungkus susu yang teridenti­fikasi telah expired, sampai den­gan baju dari para adik-adik kita untuk kami periksakan di Lab­kesda (Laboratorium Kesehatan Daerah).”

“Kita akan berkoordinasi den­gan Labkesda yang dimiliki kota Tangerang Selatan, untuk me­nentukan, formulasi apa, ingre­dientsnya apa, yang kemudian menyebabkan anak didik mun­tah yang dapat diidentifikasikan sebagai bahan berbahaya terse­but,” ujarnya. (jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.