Serapan Anggaran Baru 40 Persen

Silpa Diprediksi Diangka Rp 100 – 130 Miliar

PANDEGLANG,SNOL–Walaupun ada tekanan dari DPRD Pandeglang, agar Pemkab Pandeglang memaksimal­kan penyarapan anggaran dan tidak meninggalkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa). Kemungkinan besar, hal itu tidak bisa direalisasikan di tahun ini. Karena, saat ini atau terhitung per bulan Agustus, serapan anggaran baru mencapai 40 persen.

Bahkan, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pandeglang mengakui, serapan anggaran disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih rendah. Khususnya, OPD teknis yang mengelola keuangan pembangu­nan (infrastruktur).

Pihaknya memprediksi, Angga­ran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggran (TA) 2018, bakal meninggalkan Sisa Lebih Peng­gunaan Anggaran (Silpa) dikisaran an­gka Rp 100 -130 Miliar.

Kepala BPKD Pandeglang, Ramadani menyatakan, serapan anggaran masih terhitung per bulan Agustus. Untuk bulan September, masih berjalan dan bakal ketahuan di minggu kedua bu­lan Oktober. Ia juga tidak memungkiri, serapan anggaran sampai bulan Agus­tus masih rendah.

“Serapan yang diketahui masih per bulan Agustus. Itu juga masih rekon (rekonsiliasi atau pemulihan data,red). Serapanya juga kecil, sekitar 40 persen. Untuk September, belum. Karena, ma­sih jalan dan sebagian besarnya belum final. Saya sih ingin, semuanya bisa ber­jalan. Jangan sampai menunggu, apa yang mesti dilakukan, ya lakukan,” kata Ramadani, Rabu (12/9).

Menurutnya, sebetulnya tidak ada hambatan apapun, kecuali kegiatan yang di lelangkan. Karena, lelang itu butuh waktu 40 – 45 hari untuk melaku­kan tahapan dan proses. Jika tahapan­nya telat katanya, tentu saja tahapan yang lainnya juga bakal terhambat.

“Ada beberapa kegiatan yang sudah bisa dilakukan oleh para OPD. Kegiatan itu, tentu saja tidak ada hambatan yang berarti. Mereka yang tahu dan menger­ti. Apa susahnya, kerjakan saja. Masa harus terus – menerus diingatkan,” tambahnya.

Atas kondisi itu, ia tidak bisa mengelak bahwa tahun 2018 dipasti­kan bakal ada Silpa. “Kemungkinan besar ada Silpa, soalnya lelet. Makanya, tadi juga sengaja saya kumpulin semua OPD. Kami prediksi, Silpa-nya dikisa­ran Rp 100 130 Miliar. Intinya, mini­mal menurun dari tahun sebelumnya,” terangnya lagi.

Ia juga menambahkan, proyeksi to­tal anggaran untuk APBD Perubahan TA 2018 mencapai Rp 2,6 Triliun. Un­tuk belanjanya dan pendapatanya Rp 2,4 Triliun, serta ditutup Rp 200 Miliar. Tapi katanya, pihaknya belum bisa me­maparkan secara rinci, karena masih berproses perencanaan APBD Peruba­han-nya.

“Untuk belanja modalnya pasti naik. Karena, bakal ditambah oleh bantuan keuangan (Bankeu). Diketahuinya, nanti setelah asistensi pengantar Nota APBD Perubahan. Bankeu kan lebih besarnya untuk belanja modal, di semua OPD. Untuk belanja barang dan jasa, pasti akan mengecil. Kami melakukan rasionalisasi, akibat devisit,” paparnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pe­kerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Rahmat Zultika, saat hendak di konfirmasi soal berapa jumlah anggaran yang belum terserap di instansinya. Ia sedang tidak ada di ruang kerjanya.

Menurut penjaga di DPUPR, Rahmat sedang tugas di luar kantor. “Pak Rah­mat sedang tugas ke luar kantor. Kalau tidak salah, bersama ibu Bupati,” ucap pejaga tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dalam Rapat Paripurna tentang Penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pandeglang, dan Persetujuan Bersama Kebijakan Umum APBD Pe­rubahan (KUPA) dan Prioritas Pla­fon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) Tahun Anggaran (TA) 2018, yang dilaksanakan Sabtu (10/9) malam. Para anggota dewan menitik beratkan, agar Pemkab Pandeglang tidak menin­ggalkan Sisa Lebih Pembiayaan Angga­ran (Silpa).

Tetapi, diharapkan mampu menyer­ap seluruh anggaran tersebut dan jan­gan sampai mengulangi kembali terjadi defisit (kekurangan) anggaran, seperti tahun sebelumnya.

Anggota Banggar DPRD Pande­glang, Lukmanul Hakim mengatakan, pendapatan daerah pada PPAS-P TA 2018 sebesar Rp 2.431.264.887.871, untuk belanja daerah sebesar Rp 2.619.572.330.800,84 dan pembiayaan daerah sebesar Rp 188.307.442.929,84. (nipal/mardiana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.